JIS bersama siswa-siswi SMU-nya bekerja sama dengan Obor Berkat Indonesia (OBI) mengadakan "Dental Screening Day" khusus bagi mereka yang kurang mampu.
Anne Andrews, High School Service Learning Coordinator, menjelaskan acara ini bertujuan membuka akses bagi anak-anak yang kurang mampu untuk mendapat edukasi dan perawatan gigi sejak dini.
"Banyak dari mereka yang kesulitan untuk pergi ke dokter gigi karena faktor biaya dan tidak terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)," katanya.
"Berangkat dari hal itu, sejumlah siswa SMU kami mengajukan permohonan kepada sekolah untuk mengadakan program pemeriksaan gigi gratis dan pihak sekolah sangat mendukung hal tersebut karena sangat sejalan dengan misi kami yang selalu mengasah kepedulian siswa terhadap isu-isu sosial di masyarakat," sambung dia.
Melalui berbagai kegiatan sosial yang diadakan sekolah, JIS mengajak siswanya untuk menjalankan perannya sebagai warga masyarakat yang bertanggung jawab dan bagaimana mereka dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan.
Sementara itu penanggung jawab Obor Berkat Indonesia (OBI), Victor Palapessy, mengatakan kegiatan Periksa Gigi Gratis sudah dilaksanakan sejak 2001. OBI sendiri berdiri sejak tahun 1999 dan cakupan layanannya sudah mencapai Sumatera hingga Papua.
"Program kerja sama dengan JIS adalah program kemitraan jangka panjang dan berkelanjutan. Harapannya anak-anak komunitas binaan JIS lainnya yang selama ini belum memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan gigi bisa terbantu," katanya.
OBI memandang kegiatan seperti ini sangat penting sebagai edukasi awal terhadap anak-anak untuk memahami cara memelihara dan merawat gigi dengan benar. Apalagi gigi dan mulut merupakan gerbang utama masuknya makanan dan minuman ke dalam tubuh.
"Jadi makanan yang bergizi pun dapat menjadi sumber penyakit apabila ikut masuk bersama bakteri yang di mulut," jelasnya.
Sementara Ibu Dami, pendamping anak-anak dari XS Project menyambut baik program "Periksa Gigi Gratis" yang diprakarsai siswa SMU JIS. Hal ini menjadi edukasi yang penting bagi anak-anak pemulung dan tukang sampah tentang cara merawat gigi secara benar.
"Selama ini kita sangat kesulitan biaya untuk datang dan memeriksakan gigi ke dokter, sedang mereka banyak yang tidak memiliki kartu BPJS," katanya.
Alasannya karena mereka tidak memiliki akte kelahiran maupun identitas diri sebagai syarat utama untuk menjadi peserta program BPJS. Kegiatan hari ini juga sangat menghibur anak-anak karena dibarengi dengan berbagai kegiatan lainnya seperti belajar gitar, membuat prakarya, berolahraga bersama dan melukis.
Semua ini dipersiapkan dengan tujuan agar anak-anak tidak merasa takut sebelum menjalani pemeriksaan gigi.
XS Project merupakan salah satu mitra binaan JIS sejak tahun 2004 yang program binaannya mencakup kegiatan ketrampilan, belajar dan pemberdayaan bersama.
[dem]
BERITA TERKAIT: