Habib Minta Maaf, Orang Sunda Senang

Pelesetin Sampurasun Jadi Campur Racun

Kamis, 26 November 2015, 09:36 WIB
Habib Minta Maaf, Orang Sunda Senang
Habib Rizieq:net
rmol news logo Gara-gara memplesetkan salam 'sampurasun' menjadi 'campur racun', bos FPI Habib Rizieq dilaporkan ke Polda Jabar. Rizieq mengaku, ucapan campur racun dia gunakan untuk nyerang Bupati Purwakarta yang "syirik".

Yang melaporkan Rizieq ke polisi adalah Aliansi Masyarakat Sunda Menggugat (AMSM) yang dimotori Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Jawa Barat. Laporan polisi dilakukan Selasa (24/11) lalu. Rizieq dituding melanggar UU ITE pasal 28 ayat 2 karena dinilai menyebarkan kebencian.

Dia membawa bukti berupa rekaman video dari Youtube. Video itu diunggah di YouTube dengan judul "Rizieq Shihab: Sampurasun? Campur Racuuun!" oleh akun Muhammad Nazar pada 14 November. Video berdurasi 43 detik itu direkam saat Rizieq memberi ceramah di Purwakarta, 13 November. Dalam video Rizieq yang duduk awalnya mengucapkan sampurasun. Namun, tetiba dia berteriak, "campur racuuuunnnn". Teriakan itu disambut tepuk tangan dan takbir dari pada pendengarnya.

AMS pun tak terima. Ketua AMS Jabar Noeriy Ispandji Firman menuturkan, salam Sampurasun bagi orang Sunda memiliki arti hormat dan merupakan sebuah doa. "Sekarang diplesetkan oleh seorang tokoh, tidak pantas, apalagi itu disampaikan di tanah Sunda, di Purwakarta,"  katanya kepada wartawan di Bandung, kemarin.

Aliansi yang terdiri dari sejumlah organisasi masyarakat Sunda ini juga mengecam pimpinan Front Pembela Islam tersebut dengan melarang Habib Rizieq masuk ke Jawa Barat dan menuntut Habib Rizieq Shihab meminta maaf secara terbuka. "Kalau Polda tidak mengusut tuntas hal ini kami dan teman-teman akan bergerak," tuturnya.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Sulistyo Pudjo Hartono yang dikonfirmasi soal laporan ini mengaku masih melakukan pengecekan.

Walikota Bandung Ridwan Kamil pun menilai apa yang dilakukan Rizieq tak sepatutnya. "Tak semestinya kultur-kultur yang ada di Nusantara dijadikan bercandaan yang tidak pada tempatnya. Kalau Habib Rizieq menjadikan itu sebagai lelucon, tidak lucu," kata Ridwan di Rancanumpang, Gedebage, Kota Bandung, kemarin.

Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, meminta Rizieq meminta maaf kepada masyarakat Sunda. "Kalau niatnya cuma buat guyon, itu bukan pada tempatnya. Jadi saya harap Habib Rizieq meminta maaf ke masyarakat Sunda," tegasnya

Kang Emil yang berupaya melestarikan bahasa dan budaya Sunda dengan cara menghadirkan program hari Rabu Nyunda mengatakan, sampurasun berarti keberkahan untuk kita dan alam semesta. "Jadi maksudnya itu baik. Dalam bahasa Sunda kuno itu artinya sama dengan waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh," katanya. Menurut dia, setiap acara-acara resmi, beberapa salam diucapkan setelah assalamualaikum.

"Dalam pidato juga sering diucapkan salam sejahtera untuk umat Kristiani. Om swastiastu untuk buat umat Hindu, sampurasun untuk masyarakat lokal. Islam rahmatan lil alamin." Karena itu Kang Emil tak sepakat kalau sampurasun tak sesuai dengan Islam.

Sementara, Habib Rizieq pun mengklarifikasi pernyataannya. Lewat situs pribadinya, habibrizieq.com, dia mengunggah tulisan berjudul "Sampurasun", kemarin.

Dalam tulisan itu, dia mengungkapkan maksud ucapannya. "Ayo, selamatkan "Sampurasun", dan tolak "Campur Racun". Kata dia, Sampurasun adalah ucapan selamat masyarakat Sunda yang sangat terkenal dan mengandung unsur penghormatan kepada sesama.

Sampurasun sebagai adat Sunda mempunyai makna sangat baik dan amat bagus, serta boleh digunakan untuk menyapa sebagai penghormatan. Namun, tak boleh dijadikan sebagai pengganti syariat "Assalaamu 'Alaikum". "Jadi, jangan adu domba adat dan syariat, karena masing-masing ada tempat dan syarat serta cara penggunaan," tulisnya.

Menurutnya, ucapan 'campur racun' itu ditujukan kepada Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Menurut Rizieq, Dedi mulai sering meninggalkan Salam Syariat Islam "Assalaamu 'Alaikum" dan diganti dengan Salam Adat Sunda "Sampurasun".

Dia pun menuding Dedi berusaha menghidupkan kembali ajaran "Sunda Wiwitan". Dedi disebut akan menghiasi Purwakarta dengan aneka patung pewayangan seperti patung Bima dan Gatotkaca, bahkan ditambah dengan aneka patung. "Semua dikemas atas nama Kearifan Lokal (Local Wisdom)," tegasnya.

Dedi bahkan membuat Perbup (Peraturan Bupati) tentang larangan ceramah provokatif yang menentang kebijakannya. "Banyak kalangan pemuka masyarakat Islam Purwakarta menyebutkan bahwa Dedi bukan sedang memasyarakatkan "Sampurasun", tapi sedang merusak umat Islam Purwakarta dengan "Campur Racun", meracuni aqidah umat dengan aneka perbuatan "Syirik"," tegasnya.

Wakil Sekretaris DPP FPI Bidang Dakwah Habib Salim Alatas yang akrab disapa Habib Selon menyatakan, apa yang disampaikan Rizieq adalah dakwah. Karena itu, menurutnya laporan itu tak perlu ditanggapi.Menurut dia, dalam Islam salam itu dengan ucapan assalamualaikum, bukan dengan yang lain. "Jadi dalam dakwah memang harus demikian, bukan menyesatkan," jelasnya.

Menurut Habib Selon, FPI tak perlu meminta maaf atas ucapan Rizieq. "Minta maaf sama siapa? Apa Gubernur Jawa Barat merasa rugi atau merasa tersinggung?" Selorohnya. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA