Pria yang mengenakan baju batik berwarna biru itu mengaku menyambangi kantor lembaga antirasuah hanya untuk merokok saja.
"Ohh saya cuma mau mampir merokok," sebut Said Didu santai di halaman gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (20/11).
Disinggung mengenai rekaman oroginal yang diserahkan Kementerian ESDM ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, ia merasa dirinya sebagai penyelamat negara. Sehingga, tidak sepatutnya dilaporkan ke lembaga penegak hukum apabila ada yang melaporkannya terkait rekaman tersebut.
"Masa gara-gara melaporkan rekaman anda yang salah. Apalagi ada orang yang mau
ngeginiin negara terus menghancurkan negara masa saya masuk penjara gara-gara karena merekam," pungkas Said Didu.
Staf khusus Menteri ESDM Said Didu bersama dengan perwakilan biro hukum Kementerian ESDM bernama Hufron menyerahkan rekaman pertemuan Ketua DPR Setya Novanto dengan bos Freeport Indonesia ke MKD, Rabu sore (18/11). Rekaman itu untuk melengkapi laporan Menteri ESDM Sudirman Said sebelumnya.
"Atas nama menteri ESDM, dari biro hukum Kementerian ESDM serahkan rekaman original yang kami terima dari sumbernya. Kami terima dalam amplop tertutup," kata Said.
[rus]
BERITA TERKAIT: