Adhie Massardi: Gus Dur Tidak Pantas Jadi Pahlawan Nasional

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Selasa, 10 November 2015, 22:52 WIB
Adhie Massardi: Gus Dur Tidak Pantas Jadi Pahlawan Nasional
abdurrahman wahid/net
rmol news logo Pernyataan mengejutkan disampaikan Adhie Massardi terkait polemik gelar pahlawan nasional untuk mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Adhie Massardi bertugas sebagai jurubicara Gus Dur saat kiai dari Jombang itu menjabat sebagai presiden antara 1999 dan 2001. Setelah Gus Dur lengser pun, Adhie terus mendampingi Gus Dur. Bahkan sampai kini, Adhie Massardi tetap dikenal di kalangan aktivis prodemokrasi sebagai jurubicara Gus Dur dan penerus kebijaksanaan Gus Dur.

Nah, menurut Adhie Massardi dalam perbincangan dengan redaksi, Gus Dur tidak pantas mendapatkan gelar pahlawan nasional karena diberhentikan dengan tidak terhormat dari kekuasannya.

Bukankah, perlakuan yang dialami Gus Dur hanya pantas didapatkan oleh penguasa yang melanggar konsitusi.

"Bagaimana mungkin seorang pemimpin negara yang dituduh melanggar konsitusi dan dijatuhkan dari kekuasaannya bisa mendapatkan gelar pahlawan nasional tanpa direhabilitasi terlebih dahulu nama baiknya?" tanya Adhie Massardi.

Menurut Adhie Massardi, memberikan gelar pahlawan nasional kepada Gus Dur tanpa merehabilitasi nama baiknya sama artinya dengan merusak sejarah di masa depan.

"Generasi mendatang bisa menyimpulkan, orang yang melanggar konstitusi juga pantas mendapatkan gelar pahlawan nasional. Ini artinya, melanggar konstitusi adalah hal yang boleh-boleh saja," kata dia lagi.

Adhie Massardi menambahkan, tentu saja dia dan orang-orang yang setia menemani Gus Dur saat itu tahu pasti bahwa semua tuduhan yang dialamatkan kepada Gus Dur oleh lawan-lawan politik saat itu sama sekali tidak benar.

Namun begitu, tak banyak yang punya pandangan seperti Adhie Massardi dan kawan-kawannya. Adhie Massardi khawatir sebagian besar rakyat Indonesia percaya bahwa Gus Dur memang melakukan korupsi seperti yang dituduhkan. Padahal tidak sepeser pun Gus Dur menerima. Hal itu dituduhkan agar kelompok anti-Gus Dur ketika itu bisa menggiring opini publik untuk membenci Gus Dur.

"Jadi selagi negara tidak merehabilitasi nama baik Gus Dur dan mengembalikan semua kehormatannya yang dirampas, maka saya nyatakan Gus Dur tidak pantas jadi pahlawan nasional," demikian Adhie. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA