Demikian diungkapkan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho kepada redaksi, Minggu (8/11).
"Data ini adalah data sementara dari kerusakan bangunan yang ada. Pendataan masih dilakukan," kata Sutopo.
Kerusakan akibat gempa itu meliputi: sarana jalan, jembatan, dan irigasi (Rp 40 M); sarana perumahan (Rp 4 M); sarana pendidikan (Rp 1,5 M); bangunan pemerintah dan perkantoran (Rp 3,5 M); dan fasilitas ibadah (Rp 750 juta).
e) B
Gempa ini juga mengakibatkan satu luka ringan dua orang luka berat atas nama Maritaing dan Subo. Dan sebanyak 884 rumah mengalami kerusakan. Selain itu ada 51 gedung sekolah, puskesmas, rumah ibadah dan perkantoran yang rusak.
Sutopo menjelaskan penanganan darurat dampak gempa Alor masih terus dilakukan hingga saat ini. Wilayah terdampak meliputi lima kecamatan dan 18 desa.
"Jarak antar desa berjauhan dan aksesibilitas juga tidak mudah. Beberapa ruas jalan tertutup longsor. Alat berat dan personil TNI dikerahkan membuka jalan," ungkapnya.
Ia menambahkan upaya penanganan darurat terus dilakukan. Tim Reaksi Cepat BNPB mendampingi BPBD Alor dan berkoordinasi dengan BPBD Provinsi, TNI, Polri dan unsur lainnya.
"Kepala BNPB (Willem Rampangilei) telah menyerahkan dana siap pakai Rp 250 juta untuk operasional darurat kepada BPBD Alor. BPBD Alor dan Polres Alor sudah melakukan pendistribusian kebutuhan logistik ke daerah yang terdampak. Kebutuhan mendesak saat ini adalah makanan, air bersih, pelayanan kesehatan, bahan bangunan, MCK, susu, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya," demikian Sutopo.
[rus]
BERITA TERKAIT: