Kowani Konsen Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 06 November 2015, 20:17 WIB
Kowani Konsen Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak
GIWO-MENTERI YOHANA
rmol news logo . Kongres Wanita Indonesia (Kowani) meluncurkan buku Pedoman Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI). Ketua Umum Kowani, Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan buku ini akan dijadikan sebagai pedoman pelayanan kesehatan ibu dan anak serta penurunan angka kematian ibu bagi kader Kowani.

"Melalui buku ini Kowani ingin mewujudkan visi dan misi dari Kowani yaitu meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan hak wanita dan anak yang dijalankan pada kepedulian bersama untuk membentuk landasan bersama hasil Kongres Kowani yang menyatakan bahwa Kowani berfokus antara lain pada bidang Kesehatan yaitu pelayanan kesehatan ibu dan anak serta penurunan angka kematian ibu dan bayi," kata Giwo di Jakarta, Jumat (6/11).

Kowani adalah federasi organisasi dari 86 organisasi wanita tingkat nasional yang berdiri pada tanggal 22 Desember 1928. Organisasi wanita terbesar ini mempunyai anggota sebanyak 52 juta wanita, dengan sistem grass root atau akar rumput dan bekerjasama dengan BKOW di seluruh tingkat provinsi dan GOW di tingkat kota atau kabupaten maka sangatlah tepat apabila Kowani dilibatkan sebagai corong (agen/pelopor/motor) untuk dapat menekan dan menurunkan AKI.

"Kowani sangat mendukung kerja sama dengan bersinergi dengan Kementerian PP & PA, organisasi masyarakat, organisasi wanita, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, para akademisi, para stakeholder dan peran seluruh masyarakat dalam pelaksanaan penurunan AKl," ujar Giwo.

Ia berharap dengan dengan buku ini maka peran dan partisipasi organisasi wanita dapat memberikan kontribusi berupa; meningkatkan kesadaran agar tahu, mau dan mampu berperan serta dalam kesehatan reproduksi termasuk Ibu Bayi Baru Lahir, Bayi dan Balita (KIBBLA) ; membangun jejaring kemitraan dengan semua pihak baik itu dengan pemerintah dan pihak-pihak lainnya; bertindak sebagai katalisator di organisasinya dan di masyarakat sekitarnya pada umumnya; dan embangun budaya yang proaktif sehingga kondusif untuk KIBBLA.

"Semoga buku ini dapat dijadikan sebagai salah satu pedoman untuk mencapai penurunan AKI, dengan kepedulian yang memadai diharapkan AKI dapat diturunkan, karena tidak sepantasnya seorang ibu meninggal justru saat dia membawa
kehidupan baru ke dunia. Mari kita bekerjasama untuk keselamatan dan kesehatan para perempuan dan anak-anak lndonesia," demikian Giwo. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA