‎Diawali dengan konferensi Pers yang dihadiri oleh Plt. Komisaris Utama Mandiri Inhealth, Rico Usthavia Frans yang juga Senior Executive Vice Presidnt Banking Transaction PT bank Mandiri Tbk (bank Mandiri) serta seluruh Direksi Mandiri Inhealth.
Dalam konferensi Pers dijelaskan bahwa mandiri inhealth telah melaksanakan mekanisme coordination of benefit (COB) dengan skim Jaminan kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Dengan mekanisme COB ini korporasi dapat mengurangi dampak double payment atas pertanggungan karyawan karena sebagian klaim dapat ditanggung dalam skim JKN Mandiri Inhealth sangat familiar dengan skim JKN ini karena telah menyelenggrakan skim serupa (managed care) yang merupakan core business sejak awal pendirian.
‎Rico Usthavia Frans mengatakan, salah satu tujuan Bank Mandiri mengakuisisi Inhealth adalah menjadi jalan agar Bank Mandiri bisa menjadi bank terbaik di Asia. "Kenapa Bank Mandiri akuisisi Inhealth, itu karena ingin jadi the best bank in Asia, strateginya menguasai dana murah, harus bisa menangkap transaksi-transaksi nasabah, untuk itu fokus ke beberapa sektor, salah satunya health care, Inhealth kan pemain utama, leader di asuransi kesehatan yang bersifat manage care, jadi kita akan fokus ke situ, perkembangannya sangat baik," jelas Rico.
‎Salah satu perusahaan asuransi yang mendukung layanan BPJS adalah Mandiri Inhealth. Koordinasi keduanya telah dilakukan sejak pertama kali BPJS terbentuk di tahun 2014.
‎Ditempat yang sama, Direktur Operasional Mandiri Inhealth Wahyu Handoko mengatakan bahwa sebenarnya perusahaan tak perlu bingung antara asuransi swasta atau Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh BPJS.
"Ini kan keseimbangan baru. Kita ada koordinasi dengan BPJS namanya COB dan kita lihat ruang apa dalam JKN yang bisa kita lengkapi dan ada bisnisnya. Ruang itu adalah kecepatan dan kenyamanan layanan karena tentu kalau untuk layanan kesehatan sendiri kita tak bisa menyaingi yang menjamin dari ujung rambut sampai ujung kaki," kata Wahyu.
"Produk yang kita desain adalah untuk kecepatan dan kenyamanan. Perusahaan yang mempunyai finansial lebih pasti akan menjadikan itu tolak ukur apakah jaminan karyawan cukup BPJS saja atau pada level tertentu BPJS plus asuransi kesehatan," lanjutnya.
‎Kondisi ekonomi saat ini memang menjadi tantangan bagi perusahaan yang harus memberikan jaminan kesehatan pegawainya. Bagi yang mempunyai kemampuan finansial pas mungkin hanya akan mendaftarkan pegawainya ke BPJS namun jika ingin lebih seperti ingin lebih cepat dilayani dengan fasilitas yang nyaman, maka bisa menggandeng asuransi swasta. Untuk diketahui, saat ini memang sudah ada beberapa perusahaan asuransi swasta yang telah bekerja sama dengan BPJS.
[sam]‎
BERITA TERKAIT: