Refrizal mengaku awalnya bingung dengan alasan pembatalan pemanggilan Menteri Rini. Sebab kemarin, dia sudah mencari informasi dan tahu bahwa undangan sudah dikirimkan serta persiapan rapat dilakukan. Hari ini dia kaget karena disebut rapat telah ditunda. Namun dia kemudian bisa memahami pembatalan itu
"Mungkin alat serang untuk Menteri BUMN masih kurang kali. Kan targetnya satu menteri BUMN harus direshuffle kan? Alat serangnya masih kurang kali," sindir anggota Komisi VI itu kepada wartawan, Rabu (28/10).
Sindiran Refrizal itu tampaknya diarahkan kepada PDIP, yang selama ini disebut-sebut ingin melengserkan Rini sebagai menteri BUMN. Analis memang banyak menilai PDIP paling berkepentingan secara politik dalam Pansus Pelindo II, karena ingin menyingkirkan Rini dari Kabinet Kerja. Makanya PDIP paling getol meminta pansus dibentuk, dan sekarang pansus dipimpin Rieke Diah Pitaloka yang merupakan anggota Fraksi PDIP.
Refrizal mengaku aroma politisasi kerja pansus sangat kuat. Sehingga ada kecenderungan opini mendasari berbagai langkah pansus, dan bukannya menelaah fakta-fakta. Dia pun mendorong agar para anggota pansus, khususnya para pimpinan agar mengubah semangat dari usaha politisasi menjadi pembenahan PT. Pelindo II. Karenanya, pansus harus diarahkan untuk membenahi sistem bukan menarget orang perorang.
"Jadi seharusnya kita bukan menarget orang perorang, tapi membenahi. Tanjung Priuk, kalau rusak, ekonomi kita terganggu. Yang senang Singapura. 70 persen ekonomi kita itu tergantung Tanjung Priuk," jelasnya.
"Kita sih senang berpolitik. Tapi masa rakyat harus susah? Pembenahan dong semangatnya, yang kurang diperbaiki. Kalau tak cocok dengan dirut pelindo, kenapa PDIP kenapa tak suruh Jokowi menggantinya? Kalau anda tak suka sama orang ini, bilang saja sama Jokowi," tambah Refrizal.
Dia mengingatkan PDIP bahwa PT. Pelindo II bukanlah musuh. Maka pandangan terhadapnya harus objektif. Semisal, PDIP harus membuka mata bahwa sudah tiga tahun berturut-turut PT. Pelindo II mendapat penghargaan di Asia.
"Dirutnya siapa? Kok tak disebutkan? Kenapa tak disebutkan? Memang ada yang lain dapat penghargaan? Yang baik, bilang lah baik. Yang menyimpang, masukkan penjara," tukas Refrizal.
[sam]
BERITA TERKAIT: