Terbukti Jokowi Lebih Dahulukan Kepentingan Asing Ketimbang Rakyatnya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 26 Oktober 2015, 08:59 WIB
Terbukti Jokowi Lebih Dahulukan Kepentingan Asing Ketimbang Rakyatnya
jokowi/net
rmol news logo . Masyarakat di Sumatera, Kalimantan dan daerah lain yang terkena kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan tidak akan pernah melupakan kesalahan Presiden Jokowi. Pasalnya, saat rakyatnya lagi menderita karena kabut asap, Jokowi malah berangkat ke Amerika Serikat.

"Ibarat anak yang lagi sakit namun ayah tetap ngotot berangkat meninggalkan anaknya yang lagi mengalami masa-masa sulit. Kesan seorang bapak yang egois dan mau menang sendiri. Anak tak akan pernah melupakannya karena terbenam di otaknya," kata pengamat politik dari UIN Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago di Jakarta, Senin (26/10).

Menurutnya, kabut asap yang menyelimuti sebagian langit Indonesia seharusnya membuat Jokowi tidak melanjutkan perjalanannya.

"Seorang bapak yang baik pasti menunda kepergiannya demi keselamatan sang anak. Presiden Jokowi mengapa tak mau membatalkan kunjungannya ke AS? Mengapa Presiden Jokowi tidak mendahulukan nasib rakyatnya?" ujar Pangi.

Diketahui, sebaran asap dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan telah menyebar luas. Sebaran asap sangat tergantung pada arah angin. Berdasarkan pantauan satelit Himawari dari BMKG pada Minggu (25/10) kemarin, lebih dari tiga per empat wilayah Indonesia tertutup asap tipis hingga tebal. Hanya Jawa Tengah, DIY, sebagian Jawa Timur, NTT, Sulut, Maluku Utara dan bagian utara Papua saja yang tidak tertutup asap.

Di saat bersamaan, Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana dan sejumlah pejabat pemerintah pada Sabtu (24/10) malam hingga Kamis (29/10) mendatang berkunjung ke Amerika Serikat untuk kunjungan kenegaraan. Fokus kunjungan ini adalah meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA