Abdullah Rasyid: Paket Deregulasi ala Jokowi Bukan Kunci Atasi Krisis Ekonomi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Rabu, 30 September 2015, 09:08 WIB
Abdullah Rasyid: Paket Deregulasi ala Jokowi Bukan Kunci Atasi Krisis Ekonomi
presiden joko widodo/net
rmol news logo Paket deregulasi dan debirokratisasi yang diumumkan pemerintahan Joko Widodo kemarin (Selasa, 29/9) dinilai bukan sebagai kunci untuk mengatasi krisis ekonomi yang sedang terjadi.

Di dalam paket ekonomi itu, pemerintah memberikan fasilitas khusus kepada investor yang bisa menanamkan modal minimal Rp 100 miliar dan menyerap tenaga kerja minimal 1.000 orang berupa proses izin invetasi selama tiga jam. Sebelumnya proses izin investasi memakan waktu selama 8 hari.

Menurut Direktur Sabang Merauke Institute, Abdullah Rasyid, sepintas paket ekonomi ini terlihat cukup populis dan sangat baik.

Dalam perbincangan dengan redaksi pagi ini (Rabu, 30/9), Rasyid mengatakan, jangan lupa bahwa pertumbuhan ekonomi negara bukan hanya ditentukan oleh investasi. Ada sisi konsumsi masyarakat dan juga belanja pemerintah yang harus diperhatikan.

"Seharusnya Jokowi lebih fokus untuk meningkatkan konsumsi dan belanja, karena ini yang bersentuhan langsung dengan kehidupan rakyat," ujar Rasyid yang juga Sekretaris Nasional Boemi Poetera.

"Paket deregulasi ini bukan kunci mengatasi krisis ekonomi," demikian Rasyid. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA