"Saya tidak pernah bilang akan menutupi diskotik, yang saya bilang bahwa diskotik itu harus diatur menjadi lebih rapi dan lebih beradab," ujar Prasetio di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (29/9)
Menurut dia, seyogyanya persebaran diskotik di Jakarta dikontrol biar tidak liar dan terselubung.
"Di Jakarta Barat banyak diskotik yang berada di tempat terselubung dan tersembunyi. Sesuai nggak itu penempatannya? amdal (analisis dampak lingkungan)‎-nya bagaimana?," tanyanya.
Nah, diskotik terselubung itulah yang berpotensi dijadikan lokasi transaksi narkoba. Selama ini, ia menilai kontrol warga dan aparat masih sangat minim. Akibatnya, banyak diskotek yang beroperasi melebihi jam batas alias hingga pagi hari. Padahal dalam aturan disebutkan hanya sampai pukul 02.00 WIB.
Prasetio menambahkan, idealnya diskotik berada di tempat layak dan strategi, semisal hotel. Ia yakin keberadaan diskotek di hotel akan mempermudah pihak kepolisian dan pemerintah untuk mengontrol peredaran narkoba di Jakarta.
"Ketua DPRD DKI akan melawan jaringan narkoba di diskotik," tegas Pras, politisi yang mengaku pernah terjerat narkoba.
[wid]