Demikian isi laporan perjalanan Ahok selama berada di Rotterdam yang dimuat situs pribadinya
Ahok.org.
Disebutkan, pertemuan keduanya berlangsung hari Senin kemarin (21/9) pukul 09.35 waktu Rotterdam di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Belanda dan dihadiri sejumlah pejabat Pemprov DKI.
"Pertemuan dimulai, ditemani Bappeda, Dinas PU, BUMD dan Pelindo 3. Pak lino dari Pelindo II menyusul dari bandara," ujar Ahok.
Dalam pertemuan itu juga dibahas soal join saham yang ditawarkan Ahok kepada R.J Lino.
"Pukul 09.35 pak Lino tiba dari bandara, ini penting sampaikan ke mereka untuk gabung BUMD Pelindo II dan Pelindo III dan port of Rotterdam join dan saham PT. KBN diserahkan ke Pelindo dan Jakpro untuk menaikkan nilai lahan industri dan logistik untuk pelabuhan laut jakarta," kata Ahok.
Ahok pun menjamin bisnis Pemprov DKI dan Pelindo bebas intervensi politik.
"Saya jamin tidak akan ada intervensi politik untuk bisnis ini, 5 milyar dolar AS New Tanjung Priok port," katanya.
Seperti diketahui, kunjungan Ahok bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov DKI serta BUMD DKI ke Rotterdam untuk studi banding penanganan saluran air dan reklamasi di negeri Kincir Angin tersebut.
[wid]