Kenaikan harga ini mempengaruhi omset penjualan para pedagang hewan kurban, karena tingginya harga membuat konsumen menahan diri untuk membeli hewan kurban.
Ya, akibat kemarau panjang harga pakan hewan kurban mengalami kenaikan. Pasalnya pakan hewan kurban jenis sapi berasal dari jerami yang kini sulit didapat.
Kenaikan pakan cukup mempengaruhi harga hewan kurban jenis sapi salah satunya. Kni kenaikan harga hewan kurban jenis sapi sebesar Rp 3 juta.
Jika Idul Adha tahun lalu harga sapi hanya Rp 17 juta perekornya. Kini naik menjadi Rp 20 juta perekornya.
Andang Safaat, salah seorang pedagang sapi di kawasan Kawalu Tasikmalaya mengatakan kenaikan harga ini membuat para pedagang khawatir omset penjualannya menurun.
"Sejak dibuka lapak jualan hewan kurban satu pekan lalu, dari delapan belas ekor sapi, hanya tiga ekor saja yang telah terjual. Kenaikan harga hewan kurban dipicu seiring naiknya harga pakan dari para distributor. Saya khawatir kemampuan dan daya beli masyarakat menurun untuk berkurban,†kata Andang.
Para pedagang hewan kurban ber harap, ditengah terpuruknya ekonomi saat ini masih bertahan, agar roda ekonomi keluarganya bisa tercukupi jelang Idul Adha.
[ysa]
BERITA TERKAIT: