Demikian disampaikan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Yasonna H Laoly, saat menyampaikan sambutan dalam acara syukuran atas anugerah Bintang Mahaputera Utama dari negara kepada politisi senior Sabam Sirait yang digelar Yayasan Komunikasi Indonesia di Jalan Matraman, Jakarta (Minggu, 6/9).
"Bang Sabam adalah politisi yang setia dan konsisten itu. Bang Sabam, dan juga Pak Taufiq Kiemas adalah guru politik saya," ungkap Yasonna, sambil menceritakan dengan terharu beberapa momentum politik ketika ia harus berdikusi dengan Sabam Sirait.
Bagi Yasonna, penghargaan Bintang Mahaputera Utama seharusnya sudah diterima Sabam sejak lama. Hal ini mengingat betapa Sabam Sirait adalah sosok negarawan yang dimiliki Republik ini, yang mengabdikan semua pikiran, gagasan dan sikapnya untuk kepentingan bangsa.
"Tapi mungkin Tuhan punya rencana juga. Dan yang jelas, Bang Sabam adalah teladan dalam memegang teguh prinsip di tengah hiruk pikuk politik. Dalam bergaul, Bang Sabam itu sangat lentur. Namun dalam dalam memegang prinsip, Bang Sabam sangat teguh," ungkap Yasonna.
Yasonna pun menegaskan bahwa generasi muda, terutama para politisi, harus banyak belajar dari tokoh yang berjuang sejak zaman Presiden Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono hingga Joko Widodo ini. Sabam Sirait telah mewariskan teladan yang sangat bermanfaat bagi anak-anak bangsa.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI) Maruarar Siahaan menegaskan bahwa Sabam Sirait merupakan teladan bagi generasi muda Indonesia. Sabam adalah sosok politisi yang bisa memegang teguh prinsip dalam kehidupan demokrasi yang banyak ujian dan batu sandungan ini.
"Gagasan Pak Sabam adalah warisan bagi anak cuku bangsa. Pak Sabam adalah milik rakyat Indonesia, bukan saja milik kelompok tertentu," tegas Maruarar Siahaan.
Sementara itu, dalam acara yang dihadiri ratusan orang tersebut, okoh muda yang hadir, Sekum GMKI, Dessy Datang, mengaku sangat beruntung memiliki senior sebesar dan sehebat Sabam Sirait. Sabam, yang sudah menjadi aktivis era Soekarno, begitu teguh pada prinsip ketika memasuki dunia politik sejak zaman Soeharto hingga kini.
"Pak Sabam adalah teladan sepanjang masa. Teladan bagi generasi muda," tegas Dessy Datang.
Dalam kesempatan ini, Sabam sendiri mengingatkan semua orang untuk terus bersikap jujur. Kejujuran adalah modal utama dalam membangun bangsa dan negara menuju kemajuan. Bila negara ini dipenuhi orang-orang jujur maka Indonesia bisa menyalip kemajuan Malaysia dan Thailand, serta tidak akan tertinggal jauh dari Korea dan Jepang.
[ysa]
BERITA TERKAIT: