Shamsi Ali yang dikenal sebagai imam besar Masjid New York mengatakan bahwa ia sangat menyayangkan Ketua DPR bertemu dengan Donald Trump, dan apalagi dalam acara kampanye. Terkait hal ini, Fadli menegaskan bahwa acara pertemuan dengan Donal Trump itu bukan kampanye.
"Tapi press conference, dua hal berbeda. Cek saja artinya di kamus. Apalagi dalam terminologi politik," kata Fadli dalam keterangan Sabtu malam (5/9).
Fadli Zon pun menjawab penilaian Shamsi Ali bahwa pertemuan itu sangat tidak etis karena posisinya sebagai ketua DPR yang mewakili negara, juga tidak etis bila negara memberi dukungan pada capres Donald. Fadli menegaskan bahwa tidak ada dukungan atau semacam itu.
"Memangnya kita punya suara atau pengaruh mendukung bakal capres AS. Apalagi (Shamsi Ali menyebut Donal) salah satu calon (Presiden). Donald Trump itu calon pun belum. Ia adalah invidual yang berusaha mendapatkan dukungan dari Partai Republik," tegas Fadli.
Sekali lagi, Fadli menekankan bahwa ini bukan bukan kampanye, melainkan konfernsi pers yang diadakan di gedungnya Trump sendiri di Trump Plaza lobby. Saat itu, delegasi Indonesia baru dari lantai 26 ketemu Trump dan jajarannya dan diajak melihat press conference di bawah sambil jalan pulang.
"Di lobi itu sudah penuh wartawan dan para pegawainya. Sebagai sopan santun orang Timur, kami nonton melihat sampai konferensi pers usai, pun jalanan ke pintu keluar padat dengan manusia," demikian Fadli.
[ysa]
BERITA TERKAIT: