Ahok: Saya Tidak Pernah Pakai Ajudan Lulusan IPDN

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 04 September 2015, 20:06 WIB
rmol news logo Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku enggan menggunakan jasa ajudan lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) yang sekarang berubah nama menjadi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

"Saya tidak pernah pakai ajudan dari IPDN atau ‎STPDN," ujarnya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (4/9).

Kata Ahok, dirinya tidak pernah memakai jasa lulusan IPDN sejak menjabat sebagai Bupati di Belitung Timur. Saat menceritakan rasa tidak sukanya kepada lulusan ITPN, Ahok pun menunjuk salah satu ajudannya yang juga lulusan IPDN. Namun tak jelas alasan ia menunjuk ajudan tersebut.

‎"Ini mohon maaf aja nih ajudan dari IPDN (melihat ajudan lulusan IPDN yang memegang dokumen di belakangnya). Ini kan dari IPDN, ya kan. Ajudan begitu," ketusnya.

Kata Ahok, ia lebih tertarik dengan ajudan yang bisa bela diri. Menurutnya, lulusan IPDN tidak memenuhi standar yang ia buat.

"Kalau mau cari ajudan, yang jago berantem saya bilang. saya enggak mau ajudan dari IPDN," katanya.

Kata Ahok lagi, ia telah menyampaikan rasa tidak sukanya terhadap IPDN. Imbauan agar lembaga tersebut dihapus pun sudah ia sampaikan langsung kepada Presiden Joko Widodo dalam pertemuannya kemarin di Kampung Beting, Semper Barat, Jakarta Utara, Rabu (3/9). Namun ia mengaku belum mendapat jawaban apapun dari Jokowi.

"Ya sudah bubar aja deh (IPDN). saya enggak tahu pikiran beliau (Jokowi) apa. Kalau menurut saya enggak perlu ada (IPDN)," tutupnya.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA