
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said ngotot proyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt tetap dilanjutkan.
Beredar kabar  Sudirman menyampaikan kengototannya kepada Presiden Jokowi di Istana pada Kamis (27/8) lalu. K‎engototan Sudirman memunculkan tanya karena mengemuka di tengah gencarnya penolakan terhadap proyek ‎tersebut.
Banyak pakar menilai proyek berbiaya Rp 1.100 triliun itu hanyalah mimpi dan akan menjadi beban APBN ketika proyek tersebut dibiayai oleh hutang, tergantung oleh fluktuasi harga dan kurs rupiah ditengah situasi ekonomi tidak menentu, jatah PLN yang sangat kecil dan didominasi oleh swasta asing atau dalam negeri.‎
‎Pengamat Ichsanuddin Noorsy misalnya mempertanyakan jaminan yang mampu diberikan pemerintah agar proyek tersebut dapat berjalan.<‎br>
‎Proyek 10 ribu megawatt jaman SBY ada jaminan Rp 150 triliun. Berarti untuk 35 ribu megawatt butuh tiga kali lipat untuk jaminan. ‎
Masalahnya, menurut Noorsy, di RAPBN 2016 tidak ada yang aturan mengenai penjaminan itu.
Penolakan juga datang dari legislator.‎ Anggota Komite II DPD RI Djasarmen Purba meminta Pemerintah sebaiknya merevisi RAPBN 2016 khususnya terkait pembangunan Proyek Pembangkit Listrik 3.500 megawatt. Usulan itu dikemukakan lantaran melihat sejumlah faktor, antara lain perekonomian yang tengah lesu.
‎‎Menurut dia, daripada target itu gagal lebih baik direvisi saja. Secara rasional juga kita sama-sama tahu bahwa itu berat untuk direalisasikan.‎
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: