Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri dalam keterangannya malam ini mengatakan bahwa angka 10 juta itu adalah target wisawatan asing.
"Itu (kabar 10 juta tenaga kerja China) jelas kabar bohong! Angka 10 juta itu adalah target wisatawan asing, bukan target tenaga kerja asing," ujarnya.
Menurut Hanif, angka itu diplesetkan dan diolah untuk nakut-nakuti rakyat akan tenaga kerja asing.
"Entah oleh siapa, yang pasti itu tidak benar. Jangan bodohi dan takut-takuti rakyat dengan sentimen anti-asing, terlebih sentimen anti-China. Itu sangat tidak sehat untuk demokrasi kita dan berbahaya bagi integrasi nasional," demikian Hanif.
Di sisi lain Hanief mengatakan, jumlah tenaga kerja asing di Indonesia sangat kecil dibandingkan dengan populasi penduduk Indonesia dan jumlah angkatan kerja.
"Jumlahnya berkisar 70 ribu. Apakah itu besar? Tidak. Itu kurang lebih setara dengan 0,03 persen jumlah penduduk Indonesia yang 240 juta atau 0,05 persen dari jumlah angkatan kerja nasional sekitar 129 juta," tambahnya.
Dia memaparkan perbandingan jumlah tenaga kerja di Indonesia dengan di negara tetangga Malaysia. Penduduk Malaysia sekitar 27 juta, sementara jumlah TKI saja sekitar 1,2 juta. Sementara penduduk Singapura sekitar 5 juta jiwa sementara jumlah tenaga kerja di negeri itu sekitar setengah dari populasi penduduk. Hal yang sama juga terjadi di Qatar dan Uni Emirat Arab.
Jumlah tenaga kerja asal China di Indonesia memang yang paling besar dibandingkan dengan dari negara lain. Tahun 2015, jumlah tenaga kerja China sebesar 13.034 orang, disusul Jepang 10.128 orang, Korea Selatan 5.384 orang dan India sebanyak 3.462 orang. Selebihnya dari Malaysia, Amerika, Thailand, Philippina, Australia, Inggris serta lainnya.
"Bandingkan data itu dengan TKI kita di Singapura, Hongkong, Taiwan, Korea maupun Timur Tengah. Jumlah TKI kita sangat besar, sekitar 6 juta orang. Di Hongkong saja sekitar 153 ribu orang TKI," masih katanya.
Dengan demikian, Hanif menegaskan, tidak benar ada serangan atau eksodus tenaga kerja asing di Indonesia.
[dem]
BERITA TERKAIT: