Dalam siaran pers dari Kadispenal Laksma TNI M Zainuddi yang diterima redaksi sesaat lalu, tersangka yang ditangkap bernama Albert Yohanes.
Dia dibekuk Tim Gabungan WFQR Koarmabar di Apartemen Mediterania 1 Kavling 5-9, Jalan Duren Raya, Grogol, Petamburan, Jakarta Barat.
Keberhasilan Tim WFQR Koarmabar tidak terlepas dari usaha yang tidak mengenal lelah untuk menangkap target utama DPO tersebut dengan melakukan perburuan selama lebih kurang 1,5 bulan.
Seperti diketahui, kapal tanker MT Orkim Harmony yang membawa 6.000 MT BBM itu hilang kontak pada tanggal 11 Juni 2015 pada posisi 02º 08,9 U - 104º 27,3 T atau 17 Nm barat daya Pulau Alur, Malaysia.
Dalam pencarian kapal tersebut, pihak Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA) melakukan kerjasama dengan Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM), Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) dan TNI Angkatan Laut dalam hal ini Koarmabar karena dikhawatirkan kapal tersebut akan dibawa menuju ke wilayah perairan Republik Indonesia.
Menindaklanjuti hal itu, sejak pertengahan bulan Juni 2015 Koarmabar telah mengerahkan 6 KRI dan 1 Pesawat udara masing-masing KRI Imam Bonjol-383, KRI Teuku Umar-385, KRI Parang-647, KRI Surik-645, KRI Clurit-641, KRI Kujang-642 dan Pesaeat udara Cassa U-618.
Kapal MT Orkim Harmony akhirnya ditemukan oleh kapal TLDM pada tanggal 18 Juni 2015 di perairan Malaysia. Meskipun demikian, atas permintaan TLDM unsur-unsur Koarmabar diminta untuk tetap melakukan penyekatan. Sementara itu 8 orang pelaku perompakan berhasil ditangkap di perairan Pulau Tho Chu Vietnam.
Dalam perkembangannya Tim WFQR IV Koarmabar pada tanggal 20 Juni 2015 menggunakan Sea Raider Yon 10 Mar berhasil menemukan Tug Boat TB Malabo bendera Indonesia yang diduga sebagai sarana untuk melakukan perompakan MT. Orkim Harmony di Perairan Tg. Riau, Batam.
Sampai saat para pelaku pembajakan MT Orkim Harmony masih ditahan otoritas keamanan Vietnam, sedangkan ABK Tug Boat TB Malabo yang kemudian berhasil ditangkap telah diamankan di Lanal Batam.
[dem]
BERITA TERKAIT: