Demikian disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad, dalam diskusi dengan tema "Peluang dan Tantangan Ekonomi Indonesia Sekarang dan 2016" yang digelar Taruna Merah Putih (TMP) di kantor TMP, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat (Rabu, 19/8).
Selain Muliaman, hadir sebagai pembicara Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Ketua Umumum Hipmi Bahlil Lahadalia dan Waketum Kadin bidang Perbankan dan Keuangan Rosan P. Roeslani. ‎ Sementara itu, Ketua Umum TMP, Maruarar Sirait, bertindak sebagai moderator. Hadir juga dalam diskusi ini Dirut BNI Baiquni, Dirut Mandiri Budi Sadikin, Dirut BRI Asmawi, serta pengusaha, pelaku ekonomi seperti perwakilan dari Real Estate Indonesia, pengamat ekonomi, politisi dan aktivis gerakan mahasiswa.
"Kita harus lebih piawai memanfaatkan potensi besarnya penduduk. Maka inovasi bagi pengusaha dan pebisnis jadi penting. Dia harus
shifting supaya bisa manfaatkan potensi dalamn negeri. Salah satu vehicle pemerintah dan regulator, bagaimana kemudian ada lokomotifnya. Loko-nya adalah UMKM. Jadi bagaimana kita bisa berdayakan UMKM, yang berbasis lokal. Tentu saja ini akan mengkreasi harapan besar," jelas Muliaman.
Untuk jangka pendek, lanjut Muliaman, sangat diperlukan mendorong UMKM untuk bergerak. Lebih-lebih daya tahan UMKM ini lebih terhadap krisis yang terjadi. Dan saat ini, ada beberapa hal yang menjadi perhatian OJK dalam kebijakan agar membuka ruangan besar bagi UMKM melalui pendanaan UMKM. Relaksasi pun sudah dikeluarkan. Selain itu, membuka akses bagi pengusaha pemula.
" Artinya bagaimana mereka bisa terbuka. Ini butuh pemikiran serius. Salah satu kita upayakan, buka akses pada modal ventura. Ini mungkin kita akan undang banyak pihak, usaha apa saja yang bisa kita bukakan aksesnya kepada pengusaha pemula. Karena bank dengan berbagai syarat sulit dibuka aksesnya. Industri modal ventura sudah snagat tua. Cuma kondisinya memang kurang berdaya. Maka harus kita bedakan aksesnya," jelas Muliman.
Muliaman juga menjelaskan, bank akan memberi kredit dengan angusuran. Sementara modal ventura bisa sama-sama memiliki, sampai pada suatu saat nanti layak bank, bisa dapat kredit. Hal ini juga pernah dilakukan oleh Google dan Microsoft, yang dibuat anak muda dan belum diberi kredit bank. Maka modal awal mereka adalah modal ventura.
"Maka kita perlu komitmen besar untuk bangun industri modal ventura, terutama dorong industri kreatif, ynag berbasis tekbnologi, atau yang punya kebaikan. Ini penting. Dengan dukungan DPR, kita bisa dorong agar pemerintah perlu memiliki modal ventura. Saya usul bank juga patungan dirikan modal ventura. Kalau naik pangkat, bisa langsung dapat kredit dari bank-nya," demikian Muliaman.
[ysa]​
BERITA TERKAIT: