Dalam dialog ini hadir sebagai pembicara Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad, Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahadalia, dan Waketum Kadin bidang Perbankan dan Keuangan Rosan P. Roeslani. ‎ Hadir juga Dirut BNI Baiquni, Dirut Mandiri Budi Sadikin, Dirut BRI Asmawi, serta pengusaha, pelaku ekonomi seperti perwakilan dari Real Estate Indonesia, pengamat ekonomi, politisi dan aktivis gerakan mahasiswa.
"Kegiatan TMP ini luar biasa. ‎Jarang ada organisasi bisa mengumpulkan talenta terbaik yang posisinya saling melengkapi. Diskusi ini lebih bermutu dari diksusi yang digelar di DPR. TMP merupakan organisasi sayap PDIP yang paling aktif dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan," kata Ketua DPP PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno, saat menyampaikan sambutan, sambil menyampaikan salam dari Megawati Soekarnoputri di kantor TMP, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta (Rabu, 19/8).
Menurut Hendrawan, acara ini luar biasa juga karena disatukan oleh komitmen yang sama, ‎yaitu membangun Indonesia. Kata Hendrawan juga, secara usia Ketua Umum TMP Maruarar Sirait merupakan junior, namun secara politik ia merupakan senior dan mentor.
Sementara Maruarar, yang bertindak sebagai moderator diskusi mengatakan bahwa acara ini merupakan kepedulian TMP sebagai organisasi pemuda, yang mau membangun komunikasi antara regulator dan publik. Kondisi ekonomi saat ini pun membutuhkan soliditas antara Kementerian Keuangan, BI dan OJK.
Menurut Maruarar, konsolidasi di antara lembaga otoritas fiskal, moneter, perbankan dan pasar modal penting dilakukan demi memastikan perekonomian nasional yang stabil dan kuat, di saat situsi perekonomian global kurang membaik. Koordinasi yang baik di antara lembaga-lembaga ini akan terlihat dari regulasi yang dikeluarkan, dan tentu saja diharapkan bisa mengaluarkan situmulus dan relaksasi kebijakan yang pro-usaha, yang bisa menaikkan iklim investasi.
Hal menarik dari diskusi ini adalah, tidak dimulai dengan pandangan narasumber, melainkan dimulai dengan saran, masukan dan pendangan dari peserta. Narasumber meresposn pandangan-pandangan tersebut
"Sekarang kita dengar dulu harapan dan pertanyaan, baru pejabat di depan. Saya pikir pemimpin harus lebih banyak blusukan dan mendengar, sehingga keputusannya membumi. Jangan karena niat baik, tapi tidak membumi, akhirnya tujuan tak tercapai," demikian Maruarar.
[ysa]
BERITA TERKAIT: