‎IPNU Kerjasama BNPT Cegah Paham ISIS di Kalangan Pelajar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Rabu, 12 Agustus 2015, 15:21 WIB
‎IPNU Kerjasama BNPT Cegah Paham ISIS di Kalangan Pelajar
rmol news logo Indonesia masih menjadi wilayah yang subur bagi tumbuhnya paham transnasional, tidak terkecuali paham ISIS. Bahkan salah satu panglima perang ISIS yakni Abu Jandal Al Yamani Al Indonesi berasal dari Indonesia.

Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) menggandeng Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT) untuk memberikan pemahaman dan pencegahan pemahaman ISIS di kalangan pelajar islam se-Jabodetabek.

"Pelajar perlu pemahaman pencegahan paham ISIS dan ideologi transnasional lainnya karena para teroris sudah melirik kalangan pelajar untuk dijadikan 'pengantin'. Terutama kalangan Rohis dan LDK sekolah negeri," kata Ketua Umum PP IPNU, Khairul Anam Harisah dalam sambutan workshop dan komitmen bersama pencegahan paham ISIS dikalangan pelajar islam se-Jabodetabek antara PP IPNU dengan BNPT dengan tema 'Pelajar Damai Cinta Indonesia' di Jakarta Selatan, Rabu (12/8).

Anam mengatakan pelajar sebagai generasi penerus bangsa perlu menanamkan dalam dirinya cinta tanah air. Selain itu, lanjutnya mengetahui sejarah kemerdekaan dan masuknya islam ke Indonesia tidak kalah penting, agar tidak mudah terpengaruh dengan paham ISIS.

"Jangan lupa penyebaran Islam di Indonesia itu tanpa pertumpahan darah dan tanpa peperangan. Hari ini masak kita mau disuruh perang dengan saudara sesama muslim, untung saja yang jadi nabi bukan orang ISIS pasti kita masih dalam kegelapan," imbuh Anam semangat.

Ia menambahkan agar pelajar bersyukur ada di Indonesia karena ulamanya moderate dan berhasil merumuskan hubungan negara dengan agama melalui ideologi bangsa yakni Pancasila. Sementara, lanjutnya di Timur Tengah ada ribuan ulama, tiap bulan ratusan kitab diterbitkan, tapi karena tidak punya sikap kecintaan tanah air (nasionalisme) kuat, muncullah gerakan Negara Islam Suriah dan Irak seperti sekarang.

"Mari kita sebagai generasi penerus bangsa dan agama menjadikan Islam rahmatan lil alamin bukan islam yang marah, apalagi islam yang tidak toleran. Jika ada yang mengajak bergabung dengan ISIS tolak dan segera lapor ke pihak berwenang," tegasnya.

Workshop dihadir sebagai pembicara Deputi I BNPT Agus Surya Bakti, Ketum PBNU KH Said Aqil Sirodj, perwakilan Kemenag Mastuki HS, perwakilan Kemdiknas Hasan Habibie, DPR Komisi VIII Maman Imanulhaq, MUI Kholil Nafis, KPAI Asrorun Niam dan akademisi UIN Syarif Hidayatullah Ciputat Prof Dr Bambang Pranowo.

Rencananya, PP IPNU dengan BNPT akan melakukan roadshow pencegahan ISIS di 7 wilayah yang masih dianggap subur gerakan radikal seperti Cirebon, Solo, Lamongan, Mataram, Banjarmasin dan Makassar. PP IPNU dalam kesempatan yang sama akan mendeklarasikan gerakan Pelajar Islam Nusantara (PINTAR) di 7 wilayah tersebut.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA