"Potensi konflik regional seperti di Laut Tiongkok Selatan harus diselesaikan dengan damai melalui dialog dan kerja sama," kata Kalla dalam peringatan ulang tahun ASEAN ke-48 di Jakarta, Senin (10/8).
Kalla menilai konflik teritorial di Laut Tiongkok Selatan bisa menjadi ancaman serius untuk keamanan maritim bila tidak ditangani dengan serius.
Tak hanya itu, lanjut Kalla, konflik Laut Tiongkok Selatan dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi ASEAN.
"Meskipun ekonomi kawasan tumbuh secara dinamis, masih ada ketidakseimbangan, baik di dalam negeri maupun antarnegara," ujarnya.
Sebelumnya, Tiongkok selama ini mengklaim sebagian besar wilayah di Laut Tiongkok Selatan. Bahkan melakukan reklamasi untuk pembangunan pulau buatan di wilayah itu.
Selain Tiongkok, Taiwan dan beberapa negara ASEAN, yaitu Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Brunei, mengklaim wilayah yang sama. Dalam konflik Laut Tiongkok Selatan, Tiongkok berselisih dengan enam negara, yakni Taiwan, Vietnam, Malaysia, Brunei, dan Filipina.
Laut Tiongkok Selatan merupakan jalur perdagangan yang strategis dan salah satu jalur dagang paling strategis di dunia. Selain itu, Laut Tiongkok Selatan kaya akan sumber daya alam.
[dem]
BERITA TERKAIT: