"Pelambatan ekonomi juga dialami hampir semua negara. Bahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini termasuk tinggi di dunia. Yang paling penting adalah Pemerintah telah mengambil langkah-langkah straregis untuk mengatasi situasi ini," ujar Marwan, di Jakarta, Senin (10/8).
Presiden Joko Widodo, katanya, telah menginstruksikan percepatan realisasi anggaran khususnya yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur. Karena itu, dirinya optimis pada semester kedua tahun ini ekonomi daerah dan nasional akan tumbuh cepat dan target-target Pemerintah di bidang makroekonomi seperti penurunan angka kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan akan tercapai.
Untuk mewujudkan upaya tersebut, Marwan mengaku telah menginstruksikan jajaran kementeriannya untuk bekerja keras mempercepat realisasi anggaran pembangunan desa. Pihaknya tidak memungkiri saat ini penyerapan anggaran masih belum optimal, karena proses pengadaan barang dan jasa belum semuanya selesai, sebagian masih dalam proses lelang online atau lelang pengadaan secara elektronik (LPSE).
"Seluruh jajaran Kementerian Desa terus bekerja keras mempercepat realiasi anggaran pembangunan desa khususnya di bidang infrastruktur dan penguatan ekonomi desa, kegiatan yang sudah selesai lelangnya segera dilaksanakan, jadi saya optimis tidak lama lagi ekonomi kita akan tumbuh cepat, salah satunya didorong oleh meningkatnya pembangunan infrastruktur dan aktivitas perekonomian di kawasan perdesaan," papar Marwan.
Menteri asal PKB ini menjelaskan, pelaksanaan pembangunan desa pada semester kedua tahun ini ditandai dengan massifnya pembangunan infrastruktur dan meningkatnya aktivitas perekonomian di kawasan perdesaan.
"Ini akan menciptakan multiplier effect dalam wujud penyerapan banyak tenaga kerja desa, meningkatnya daya beli masyarakat desa, tumbuhkembangnya sektor produksi dan konsumsi desa, serta terus membesarnya jumlah transaksi perdagangan barang dan jasa yang melibatkan pengusaha dan masyarakat desa," paparnya.
Pembangunan desa dan berbagai dampak positif di bidang perekonomian yang ditimbulkan, kata dia, akan menjadi insentif bagi ekonomi daerah untuk bergerak, karena desa sebagai basis produksi dan kota sebagai pusat pertumbuhan saling terkait atas dasar mutual simbiosis, dimana kemajuan ekonomi desa akan langsung meningkatkan transaksi perdagangan di kota dan begitu pula sebaliknya. Sehingga mendorong ekonomi daerah dan juga ekonomi nasional bergerak maju, tumbuh cepat pada semester kedua ini.
Dijelaskannya, selama ini masalah ketersediaan infrastruktur menjadi hambatan utama bagi desa dalam mengembangkan aktivitas perekonomiannya. Khususnya desa-desa yang berada di daerah tertinggal, perbatasan, terpencil, kawasan transmigrasi, pulau kecil dan terluar, yang sebagian besar berada di kawasan Indonesia timur seperti Papua, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan.
Ia meyakini jika masalah infrastruktur dapat dipecahkan dan tersedia dengan baik, maka desa akan lebih mudah dalam membangun ekonominya, petani, nelayan dan industri kecil desa dapat menjalankan aktivitas usahanya dengan baik, pedagang kota dapat membeli dan memasarkan produk-produk desa, sehingga ekonomi desa dapat berkembang dan mengejar ketertinggalannya.
"Penting juga saya ingatkan, adanya dana desa yang dikelola langsung oleh desa saat ini harus betul-betul dimanfaatkan sebagai modal untuk memajukan desa, membangun infrastruktur, mengembangkan ekonomi dan memberdayakan masyarakat desa, ini penting dan saya optimis pembangunan desa mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional," tukasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: