Pada kesempatan tersebut, Dubes RI untuk Malaysia, Herman Prayitno, menyerukan agar WNI di Malaysia tetap menjaga toleransi dan persaudaraan usai sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
"Ramadhan adalah wahana yang tepat untuk meningkatkan kepekaan sekaligus toleransi di kalangan umat muslim sekaligus membentuk pribadi yang soleh, baik secara personal maupun sosial," ungkap Dubes Herman.
Momentum Salat Id yang mayoritas diikuti oleh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) itu juga dimanfaatkan oleh Dubes Herman untuk mengingatkan kembali para WNI yang hendak mudik ke Indonesia agar menggunakan jalur aman dan legal. Hal tersebut penting dilakukan untuk menghindari musibah yang seringkali menyebabkan hilangnya harta bahkan nyawa pemudik.
Sementara itu, Ust. Saerozi Hasan Murti yang menjadi khatib Salat Id mengingatkan bahwa kualitas keberhasilan ibadah ramadhan seorang muslim sesungguhnya terletak pada seberapa banyak kebaikan dan kedamaian yang disebar orang tersebut kepada sesamanya.
Setiap tahun KBRI Kuala Lumpur menyelenggarakan ibadah Idul Fitri yang diikuti oleh ribuan WNI yang berdomisili di berbagai wilayah di Malaysia. Kegiatan ini sekaligus menutup rangkaian kegiatan Ramadhan yang telah dilaksanakan KBRI Kuala Lumpur seperti tadarus, kajian tafsir, tarawih berjamaah, santunan kepada yatim piatu dan TKI bermasalah serta penyaluran zakat.
Berdasarkan keterangan Koordinator Kerohanian Islam KBRI Kuala Lumpur, Ali Murtado, tahun ini KBRI Kuala Lumpur menyalurkan tidak kurang dari 12,000 Ringgit atau sekitar Rp 42 juta ZIS (Zakat, Infaq dan Shadaqah) kepada anak-anak yatim piatu dan TKI bermasalah yang saat ini sedang ditampung di
shelter KBRI.
[ald]
BERITA TERKAIT: