Namun, Darmin yang juga pernah menjadi Badan Pemeriksa Keuangan ini dinilai tidak tepat menduduki jabatan tersebut. Karena tidak sesuai dengan keahlian yang dimiliki oleh doktor ekonomi jebolan Sorbonne University, Paris ini.
"Darmin adalah orang moneter. Sementara posisi Menko Perekonomian harus diisi orang makro. Oleh karena itu, posisi yang pas buat Darmin adalah Gubernur BI (lagi,
red)," jelas Pakar keuangan dan pasar modal Prof. Adler Haymans Manurung kepada redaksi, Minggu malam (5/7).
Menurutnya, sosok yang paling tepat untuk menjadi Menko Perekonomian adalah ekonom senior DR. Rizal Ramli. Alasannya, Rizal tidak memiliki cacat hukum, independen, dan tidak memihak kepada asing.
Sementara untuk posisi Menteri Keuangan, dia menilai, memang tepat diduduki Bambang Brodjonegoro. Bambang sudah terbukti bisa diandalkan menjadi bendahara negara sejak dipercaya Jokowi dalam delapan bulan masa pemerintahan ini.
Karena itu, katanya menambahkan, duet Rizal-Bambang di tim ekonomi Jokowi-JK akan semakin dahsyat kalau dilengkapi dengan keberadaan Darmin sebagai gubernur bank sentral. "Kalau posisinya seperti itu jago benar kita. Rizal Ramli Menko, Bambang Brodjongoro Menkeu dan Darmin Gubernur BI. Ini baru trio yang paling bagus," tukas Adler.
[zul]
BERITA TERKAIT: