Walau menjadi tim tamu, namun nyali Lionel Messi dan kawan-kawannya sama sekali tak ciut menghadapi tim tuan rumah yang dipimpin Claudio Bravo.
Bagi timnas kedua negara, pertandingan ini merupakan momentum teramat penting yang tidak boleh lepas begitu saja.
Chile telah menanti selama 99 tahun untuk bisa memeluk tropi Copa Amerika. Kesempatan emas itu datang hari ini. Sementara bagi Argentina yang telah 14 kali memenangkan Copa Amerika, pertandingan melawan Chile kali ini akan membuat negara tango itu berhasil menyamai rekor Uruguay, menjuarai Copa Amerika sebanyak 15 kali.
Timnas Amerika dan Timnas Chile dapat dikatakan musuh bebuyutan. Dalam sejarah sepak bola internasional kedua timnas setidaknya pernah bertemu lima kali di pertandingan menentukan.
Dalam kelima pertemuan penentuan itu, Chile hampir selalu menjadi pihak yang gigit jar menelan kekalahan. Satu-satunya kemenangan Chile adalah pada pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia 2010 yang digelar tahun 2008. Dalam pertandingan itu Chile menang tipis 1-0.
Sementara dalam empat pertandingan menentukan lainnya, Argentina berhasil membungkam Chile.
Pertemuan pertama Argentina dan Chile dalam skala internasional terjadi pada tahun 1930 di arena Piala Dunia Pertama. Sebanyak 13 negara ikut dalam turnamen yang digelar di Uruguay itu. Dalam pertemuan yang menentukan untuk masuk ke babak semi final, Argentina memukut Chile 3-1.
Pada tahun 1955 kedua timnas kembali bertemu, kali ini di pertandingan final Copa Amerika yang digelar di Argentina. Argentina berhasil menekuk Chile 1-0. Itu adalah kemenangan ke-10 Argentina di arena Copa Amerika, dan merupakan kali pertama Chile menjadi juara kedua.
Dua tahun kemudian, Argentina dan Chile kembali bertemu di Copa Amerika yang diselenggarakan di Peru. Dalam pertemuan itu Argentina menekuk habis Chile, 6-2.
Di tahun 2012, Argentina mengalahkan Chile 2-1 dalam pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia 2014 yang diselenggarakan di Brazil. Argentina hampir saja mencukur gundul Chile. Dua gol Argentina diciptakan Messi pada menit ke-28 dan Higuain pada menit ke-31.
Hanya beberapa saat sebelum wasit meniup peluit panjang di akhir babak kedua, penyerang Chile Felipe Guiterrez menyarangkan satu gol ke gawang Argentina.
[dem]