Warga pemilik akun media sosial kaget mendengar rumor warga negaÂra China akan eksodus ke Indonesia menjadi tenaga kerja, akun @darÂma2 khwatir eksodus warga China ke Indonesia akan menciptakan konflik sosial di masyarakat.
"Kasihan pekerja Indonesia nggak kebagian rejeki di negeri sendiri kalau sampai pemerintah membiÂarkan tenaga kerja China datang," cuitnya.
Akun @hendrasubrata berpendaÂpat, pemerintahan Jokowi melakuÂkan kesalahan besar kalau sampai membiarkan buruh warga negara asing bekerja bebas di dalam negÂeri. "Ingat hanya pekerja ahli yang boleh diijinkan kerja di Indonesia," katanya.
Akun @jsiahnan khawatir akan muncul konflik etnis kalau tenaga kerja dari China dibiarkan datang ke Indonesia. "Kok setingkat kuli harus impor dari China, aneeeh," katanya.
Akun @kurniawanhendriloeÂbiz mengingatkan, mental dan periÂlaku pekerja China berbeda dengan negara Asia dan Eropa. Kata dia, orang China biasanya tidak mau pulang ke negara asal kalau sudah berhasil hidup enak di negara lain. "Ketika proyek selesai TKI China dijamin susah kembali ke negaranya. Mereka akan berpikir membentuk kawasan baru dengan suku mereka sendiri," ingatnya.
Akun @whoamai menengarai diberlakukan perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) sebagai pemicu minat buruh China eksodus ke Tanah Air. "Eksodus warga China sulit dicegah selama petugas keimigrasian masih suka terima suap," katanya.
Akun @somaysapusapu mengaÂtakan, warga negara China tahun depan bakal semakin mudah datang ke Indonesia, setelah pemerintah memÂbuat aturan bebas visa kunjungan bagi turis asal China. "Penyalahgunaan bebas visa kunjungan akan terjadi secara massif," ujarnya.
Akun @edwintedjo bilang, tidak diberi kebebasan datang saja banyak warga negara China datang secara diam-diam ke Indonesia. "Coba liat di glodok banyak imigran China yang nggak bisa bahasa Indonesia, mereka itu nggak ada yang menÂjamah, apalagi sudah dilegalkan dengan izin," bebernya.
Akun @ibnu.nahwitama mewanÂti-wanti pemerintah memperketat penjagaan di setiap pintu masuk ke Indonesia, khususnya bandara. "Pengawasan kependudukan dan imigrasi juga perlu ditingkatkan," katanya.
Berbeda, akun @hadifianwidjaÂja tak keberatan Indonesia mengimÂpor pekerja kasar dari China. Dia berharap, tenaga kerja lokal tidak takut kalah bersaing dengan tenaga kerja China. "Jutaan TKI kita kirim ke Malaysia, tapi Malaysia nggak protes. Jadi kita jangan protes kalau buruh asing mau datang ke sini," komennya.
Akun @deddy.chan yakin pemerÂintah Jokowi tidak akan gegabah mengijinkan warga negara China bekerja di Indonesia. Dia menduga, hanya orang iseng yang menyebar rumor eksodusnya pekerja China ke Indonesia. "Makanya buruh lokal jangan suka demo dan nuntut THR. Mau pekerjaannya dikasih sama orang China?" tanyanya.
Akun @aminman mengatakan, kalau etos kerja orang Indonesia masih seperti sekarang, jangan heran kalau nanti para Investor lebih cendÂerung memakai jasa tenaga kerja asing, khususnya tenaga kerja asal China. "Kuli China itu kerja rajin dan ulet. Di sini buruh kerjanya sebentar, lebih senang main handÂphone, nongkrong sambil ngerokok, haha," kelakarnya.
Perbincangan hangat di media sosial kini seputar isu eksodus tenaga kerja China ke Indonesia berawal dari pemberitaan tentang banyaknya tenaga kerja China di proyek pembangunan pabrik seÂmen di Lebak, Banten. Dari situ, isu berkembang hingga eksodus tenaga kerja dari sebuah pabrik di Manokwari, Papua.
Pemerintah Jokowi dituding memÂbuka keran pekerja asing China dan mempersempit nasib pekerja dalam negeri seiring dengan meningkatnya kerjasama infrastruktur dengan mereka. Sejumlah berita penanÂdatanganan proyek kerjasama pun ditautkan dengan kabar eksodus.
Bak bola salju, isu tersebut mengÂgelinding hingga ke Afrika. Ada yang mengaitkan video dokumenter BBC tentang dominannya tenaga kerja China di Angola. Proyek-proyek infrastruktur di sana, tak menyediakan tempat bagi warga setempat.
Pertanyaan besar pun muncul: apakÂah nasib Indonesia bakal sama sepÂerti Angola? Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menjawab pertanyaan di atas dengan tegas. Dia memastikan tak ada eksodus atau banjir pekerja asal China di Indonesia.
"Tidak benar ada eksodus karÂena kami cukup selektif mengeÂluarkan izin. Semua IMTA (Izin Memekerjakan Tenaga Asing) yang kami keluarkan untuk kedua pabrik itu sifatnya sementara (masa kerja hanya 6 bulan). Setelah itu mereka harus angkat kaki. Lagipula, para TKA itu kan hanya kerja di tahap konstruksi," tegas Hanif.
Politisi PKB itu membeberkan daÂta untuk dua perusahaan yang disoÂrot yakni, PT Cemindo Gemilang hanya menerbitkan 17 izin pekerja asing dan PT Cimona, menerbitkan 432 izin untuk 6 bulan kerja. Meski begitu, Hanif mengaku mendapat laporan jumlahnya lebih banyak di lapangan. Saat ini, dia sedang memverifikasinya. Jika benar, maka mereka bakal dideportasi. ***
BERITA TERKAIT: