"Rakyat harus memilih pemimpin yang benar-benar bersih, pemimpin yang bisa memajukan Basel," ujar aktivis muda yang konsen dengan kemajuan Basel, Toni Kodri Masaha, dalam keterangannya kepada redaksi, Senin (29/6).
Dia mengingatkan masyarakat yang memiliki hak pilih pada Pilkada Basel agar jangan mau terbeli suaranya. Dalam menentukan pemimpin, masyarakat jangan mau terhipnotis, hanya terpesona pada tampilan luar sang calon.
"Sebaliknya, rakyat harus jeli memilih yang benar-benar layak dan pantas untuk memimpin. Salah dalam memilih akan berdampak lima tahun yang akan datang," kata Ketua Majelis Zikir Siliwangi Bogor itu.
Menurut dia tidak ada persoalan apakah pemimpin Basel nanti harus tua atau muda. Terpenting adalah apakah dia memiliki kemampuan memimpin dan mampu mengaplikasikan nilai-nilai kepemimpinannya tersebut.
Kriteria lainnya, pemimpin yang dipilih kedepan haruslah orang yang memiliki basis nilai spiritual yang bagus. Hal ini penting supaya tidak terjadi korupsi, kolusi, nepotisme, kerusakan, ketidakadilan dan lain-lain.
"Baru bicara kekuatan yang berikutnya yaitu kekuatan rakyat. Yang dipilih bukan hanya bicara orangnya yang berkualitas tapi adalah orang-orangnya juga bisa diterima oleh rakyat, yang mempunyai kekuatan rakyat. Dan kita ingin rakyat jangan memilihnya seperti memilih kucing dalam karung tapi harus memilih secara objective," tukas Tony yang pada Kamis pekan lalu mengambil formulir pendaftaran sebagai bakal calon Bupati Basel di Sekretariat Koalisi Junjung Besaoh.
[dem]