"Tidak sepatutnya Jokowi memakai seragam militer plus pestol di pinggang dalam konteks menerima tamu di Istana Negara," sebut Didi yang juga Wasekjen Partai Demokrat ini saat dihubungi redaksi, Kamis (18/6).
Akibatnya, kata Didi, timbul berbagai persepsi yang tidak baik terhadap Jokowi. Walau kemudian sudah dibantah oleh Istana, katanya hal tersebut darurat karena kepepet waktu.
"Apa salahnya ganti baju sebentar, tamu yang menunggu pasti akan bisa memaklumi. Berapa lama sih harus ganti baju, paling-paling tidak lebih 10 menit," imbuhnya.
"Presiden sebelumnya tidak pernah terima tamu dengan seragam militer, sekalipun presiden tersebut dengan background militer," tukas Didi menambahkan.
Seperti diwartakan, Presiden Jokowi menerima Ketua Umum PP Muhammadiyah di Istana Negara (Selasa, 16/6), dengan mengenakan seragam militer. Pihak Istana mengatakan, Jokowi tidak sempat ganti baju setelah menghadiri latihan perang TNI AD di Baturaja, Sumatera Selatan. Begitu mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jokowi langsung menuju Istana.
Dalam sebuah pertemuan di Istana Negara 4 Juni lalu, pengamat militer Universitas Pertahanan, Salim Said sudah mengkritik kebiasaan Presiden Jokowi mengenakan seragam militer. Salim dengan keras mengingatkan bahwa Jokowi berasal dari warga sipil, namun sebagai Presiden, Jokowi adalah penguasa tertinggi TNI, meski tanpa mengenakan seragam.
"Saya ingatkan Pak Jokowi dengan hormat dan rendah hati, jangan membiasakan menggunakan pakaian militer. Beliau (Jokowi) itu kan sipil," kata Salim.
[rus]
BERITA TERKAIT: