Imbauan tersebut disampaikan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzhar dalam diskusi bertema "Madrasah Anti Korupsi: Korupsi dan Pilkada Langsung" di STIE Ahmad Dahlan, Ciputat, Tangsel (Selasa, 2/6).
"Desember nanti akan diselenggarakan pilkada di 268 kabupaten kota di Indonesia. Oleh karena itu peran Pemuda Muhammadyah adalah untuk memastikan praktek korupsi tidak terjadi selama proses pilkada," terangnya.
Menurut Dahnil, selama ini permasalahn korupsi menghambat pembangunan nasional. Oleh karena itu harus dicegah dari sekarang. Caranya, melalui pengawasan-pengawasan pemilihan kepala daerah.
"Melawan korupsi itu dilalui dari hulunya. Hulunya dimulai dari proses rekrutmen calon pemimpin daerah," tambahnya.
Untuk itu, Dahnil mengimbau agar semua pemuda Muhammadyah memiliki tindakan yang tepat untuk menghambat tindak korupsi.
"Proses pilkada yang bersih dan bebas dari korupsi merupakan syarat awal yang harus Pemuda Muhammadyah dukung, agar hasil pilkada tersebut menghasilkan pemimpin yang bersih dari tindak korupsi," tegas Dahnil
Oleh sebab itu, pada bulan agustus nanti sebagai bentuk persiapan pilkada Desember 2015, pihaknya akan membentuk satgas anti korupsi di 268 kabupaten/kota dalam rangka mengawal pemilu yang bersih dari korupsi.
[dem]
BERITA TERKAIT: