Hal itu sebagaimana diutarakan bakal calon Wali Kota Tangsel Ikhsan Modjo dalam diskusi bertajuk "Madrasah Anti Korupsi: Korupsi dan Pilkada Langsung" di STIE Ahmad Dahlan, Ciputat, Tangsel (Selasa, 2/6).
"Jadi, Tangsel ini lebih cocok dan pas disebut kota cerdas dan pintar," ujarnya.
Namun begitu, Wasekjen DPP Partai Demokrat ini menyayangkan tingkat partisipasi orang-orang cerdas Tangsel dalam pilkada. Berdasarkan data yang dimiliki Ikhsan Modjo, sebanyak 80 persen dari orang pintar banyak yang golput. Sehingga hasil pemerintahan Tangsel tidak mengena ke masyarakat.
"Kadang-kadang saya prihatin, orang yang pintar dan cerdas di Tangsel tidak terefleksikan dalam pilkada," tandasnya.
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: