Kesedihan antara lain disampaikan penjaga gawang Timnas U-19 Awan Seto. Dia khawatir kerja kerasnya selama ini sia-sia akibat tidak bisa main di ajang AFF Championship 2015 yang akan digelar pada Juli sampai September nanti.
"Ke mana lagi kami akan membuktikan hasil latihan ini? Semoga, dan semoga saja Allah mendengar doa orang-orang yang teraniya," ucapnya.
Memang, akibat pembekuan PSSI dan sanksi FIFA ini, para pemain tidak bisa bermain. Para klub memilih meliburkan pemainnya. Akibatnya, untuk menjaga kebugaran dan cari nafkah, sebagian permain terpaksa harus ikut main bola tarkam alias antara kampung.
Dua pemain Persija Manam Abdulrahman dan Ramdani Lestaluhu Jumat lalu rela ikut bermain dengan para pemain kampung di Kecamatan Pagedangan, Tangerang.
"Kami mencari nafkah dari sepak bola. Jika kompetisinya diberhentikan, kami dan keluarga mau makan apa?" ucap Maman memberi alasan.
Maman tahu, ikut kompetisi di kampung rawan cedera. Tentu hal tersebut akan mempersulitnya karena pemain tarkam tidak mendapat tanggungan asuransi.
"Tapi, biarlah itu urusan saya dengan Allah," ujar mantan bek timnas senior ini, pasrah.
[dem]
BERITA TERKAIT: