Direktur Jendral Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP), Yusni Emilia Harahap, mengatakan Kementan menargetkan tahun ini produksi padi mencapai 73,4 juta ton. Hanya saja, usaha mencapai target terkendala masalah di lapangan mulai rendahnya kualitas rendaman padi hingga tingkat kehilangan padi di penggilingan.
"Permasalahan umum ini rendamannya masih rendah rata-rata di bawah 60 persen, tingkat loses-nya juga tinggi. Jika ini kita perbaiki ada harapan bisa berkontribusi selamatkan kurang lebih 3 juta ton beras," kata Yusni saat memberikan sambutan Bimbingan Teknis Agro Industri Tanaman Pangan di Bogor, Senin (25/5).
Untuk itu, Kementerian Pertanian melakukan upaya khusus mencetak 1.700 pengusaha agro industri membangun agro industri di pedesaan alias site manager. "Khusus sekarang site manager penggilingan padi skala kecil karena memang program perbaikan penggilingan padi skala kecil menjadi prioritas yang dibenahi mulai 2015," jelasnya.
Adapun pembekalan yang diberikan, sangat padat. Mulai pemahaman mengenai agroindustri tanaman pangan, manajemen kelompok, pokok fungsi site manajer, kewirausahaan, dan pemasaran, hingga tekonologi zero waste, yakni memanfaatkan hasil limbah padi seperti sekam dan jerami.
Kementan sendiri mengalokasikan bantuan alat mesin giling sebanyak 1380 unit kepada gapoktan seluruh Indonesia. Dari bantuan ini diharapkan problem turunnya kualitas padi petani yang menyebabkan Bulog enggan membeli beras dari petani bisa teratasi.
[zul]
BERITA TERKAIT: