Managing Director Sinar Mas Gandhy Sulistiyanto mengatakan tujuan digelarnya bazar menunjukkan kepada masyarakat pasokan minyak goreng tidak akan terganggu oleh program pemerintah meningkatkan campuran biodiesel berbahan baku minyak kelapa sawit dalam solar bersubsidi.
"Ini juga kepedulian terhadap sesama dan sosialisasi penggunaan minyak goreng kemasan," terang Managing Director Sinar Mas, G. Sulistiyanto seusai mendampingi Menteri Perdagangan Rachmat Gobel melakukan penjualan bagi masyarakat.
Bazar yang digelar kemarin dan dibuka Menteri Perdagangan Rahmat Gobel. Di lokasi, tersedia lebih dari 5.000 liter minyak goreng kemasan, dimana warga dapat membelinya dengan harga Rp 9.000 per liter pada saat harga pasar hampir menyentuh Rp 15.000 per liter. Kemitraan dengan Kemendag sepanjang tahun ini telah berlangsung dalam 4 kegiatan, dimana 2 diantaranya dihadiri Menteri Perdagangan. Kali ini turut hadir menyemarakkan bazaar, aktris dan model, Olga Lydia.
Selama ini, kegiatan sejenis telah dilaksanakan Kementerian Perdagangan dalam bentuk kegiatan pasar murah di berbagai daerah dalam rangka membantu meringankan beban masyarakat tidak mampu melalui penyediaan barang kebutuhan pokok dengan harga murah.
"Kegiatan bazar murah minyak goreng diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan minyak goreng dengan harga yang lebih terjangkau," ujar Mendag.
Dalam sambutannya kepada masyarakat, Mendag juga menyampaikan bahwa guna menjamin higienitas, terpenuhinya hak konsumen dan kestabilan harga minyak goreng, maka pemerintah akan menerapkan kebijakan wajib kemas dan SNI untuk minyak goreng berbahan baku sawit yang akan berlaku mulai tanggal 27 Maret 2016.
"Untuk itu diimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu membeli minyak goreng sawit dalam kemasan yang berlabel dan bertanda SNI," pungkas Mendag.
[dem]
BERITA TERKAIT: