Jangan Lupa, Ajak Rakyat Sejahtera Juga Ya Pak...

Presiden Jokowi Ajak Rakyat Cintai Film Lokal

Rabu, 01 April 2015, 09:37 WIB
Jangan Lupa, Ajak Rakyat Sejahtera Juga Ya Pak...
presiden jokowi
rmol news logo Publik media sosial memuji langkah Jokowi mengajak seluruh rakyat Indonesia menonton film nasional. Namun, Tweeps berkelakar, saat ini rakyat boro-boro nonton film ke bioskop, memikirkan makan sehari-hari saja pusing.
 
 DI jejaring Twitter, akun @Mas-pol ketawa mengetahui Jokowi mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menonton film nasional. Menurutnya, rakyat sedang sulit memikirkan kelangsungan hidupnya sendiri. "Hehe boro-boro buat nonton, buat makan aja susah. Barang-barang makin mahal. Tolong jangan bunuh saya dengan cara ini pak, ampun," kicaunya.

Akun @Pian27 heran Jokowi masih sempat-sempatnya mengajak rakyat Indonesia menonton film lokal di bioskop.

"Pak tolong dong mikir dikit, masak BBM naik, dolar naek, bapak malah enak-enakan ngajak nonton. Pikirin nasib rakyat kecil pak," katanya.

Akun @dodi.irawan heran mengetahui, bekas Gubernur DKI Jakarta mendorong seluruh elemen bangsa untuk menyaksikan film nasional. Disarankannya, Jokowi lebih baik fokus memberantas para pelaku pembajakan film nasional.

"Nonton rakyat ketar ketir ongkos pulang habis pak, terus tagihan beras PLN dan semua bahan pokok naik. Mending bapak tuntaskan janji sama seniman, memberantas pembajakan saja," kicaunya.

Akun @wakjol menilai, ajakan Jokowi kepada rakyat untuk menonton film nasional tidak penting. Menurutnya, banyak pekerjaan penting lain yang lebih mendesak dilakukan Jokowi.

"Kapan kerjanya kalo jalan terus sama nonton film. Kapolrinya pikirkan pak, BBM bulan depan mau naik juga pikirkan, terus yang ngacak parpol juga diungkap. Oiya kapan kartu harga dibagikan?" sindirnya.

Akun @Doniahmad berpendapat, momentum bekas Walikota Solo mengajak rakyat nonton film saat ini, tidak tepat.

"Rakyat lapar pak. Harga-harga naik, ongkos naik. Jangan malah diajak nonton film, hura-hura itu," komennya.

Akun @chelsea_ultras mengaku tidak tertarik mengikuti ajakan Jokowi untuk menonton film Indonesia ke bioskop, setelah mengetahui harga BBM naik pekan lalu.

"Ogah ah, lagi ngirit. Barang-barang naik. Kecuali pak bos mau traktir," katanya.

Akun @alistair911 bilang, seharusnya Jokowi mengajak rakyat Indonesia untuk hidup hemat. Sebab, harga bahan pokok sedang naik. "BBM naik, tarif listrik naik, rakyat makin susah eh dia malah nonton film," celotehnya.

Akun @mmmmberrrr berkelakar, rakyat akan ogah mengikuti omongan Jokowi, karena alasan pemerintah tidak memperhatikan kelangsungan hidup bioskop yang sering memutarkan film nasional.

"Bioskop 21 yang sering menayangkan film Indonesia jauh kualitasnya dengan XXI. Duduk di bioskop 21 Anda akan mencium bau semerbak toilet, wkwkwk," guraunya.

Sementara, akun @hardoharsono mengapresiasi pernyataan Jokowi mengajak rakyat Indonesia untuk mencintai produk dalam negeri. "Mending lihat pak Jokowi," belanya.

Akun @wisechris memuji langkah Presiden Jokowi mengajak elemen bangsa bersatu mencintai produksi film nasional.

"Saya pribadi terima kasih kepada pemerintah karena masih mendukung film nasional. Saya merasa sangat senang," dukungnya.

Akun @cikem05 menilai, Jokowi sosok pemimpin yang mengajarkan hal positif kepada anak bangsa. "Ini baru top, mengajak masyarakat menonton film nasional," pujinya.

Presiden Jokowi mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menonton film Indonesia. Film Indonesia harus menjadi tuan di rumah sendiri daripada film-film asing.

"Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia, sebelum nonton film dari luar nonton terlebih dahulu film Indonesia. Ayo nonton film Indonesia!"seru Jokowi.

Jokowi menegaskan bahwa film Indonesia harus menjadi tuan di rumah sendiri. Jangan sampai film-film asing menguasai pasar film di Indonesia. "Jangan sampai industri perfilman Indonesia tidak menguasai pasar. Tapi dari luar, hollywood, bollywood, Korea, Jepang yang menguasai pasar," imbuhnya.

Di saat remaja, Jokowi bercerita ada tiga kelas tempat untuk menonton film. Pertama nonton film di tempat yang kelas elite, kedua kelas rakyat, dan ketiga kelas misbar alias gerimis bubar.

"Saya ingat di daerah ada 3 tempat nonton film, ada yang elit, rakyat, misbar. Saya nonton di rakyat. Kalau sudah di elit udah main bulan Januari, saya nunggunya bulan Juli, kalau ngga sempat nonton, nonton di misbarnya," ungkap Jokowi.

Menurut Jokowi saat ini sudah tidak ditemukan lagi tempat nonton untuk kelas rakyat dan kelas misbar. Jokowi pun menyayangkan hal itu. Selain itu, informasi yang diterima Jokowi, saat ini di Indonesia ada sekitar 1000-an bioskop. Padahal idealnya menurut Jokowi ada 5000-6000 bioskop.

Oleh karena itu Jokowi minta kementerian terkait bersama Badan Ekonomi Kreatif untuk kembali menghidupkan dua kelas yang dianggap kini sudah hilang tersebut.

"Ini tugasnya pemerintah memberi stimulasi, agar yang dua hidup lagi. Kalau yang dua ini hidup lagi, saya yakin industri perfilman (akan maju), diberikan insentif dari pemerintah, bisa insentif pajak, atau yang lain, tugas pemerintah memberikan dorongan. Kita punya pasar yang sangat besar sekali," tegas Jokowi. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA