"Pemegang kartu KPS (Kartu Perlindungan Sosial) bisa mencairan uang 1 April serentak di 34 kantor Pos ibukota provinsi seluruh Indoensia mulai pukul 09.00 WIB," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam keterangannya, Rabu (1/4).
Setiap penerima PSKS mendapatkan Rp 600 ribu, sebagai akumulasi Rp 200 ribu per bulan dikali tiga bulan, mulai Januari sampai Maret. Selain bisa dicarikan di kantor Pos, juga di Bank Mandiri bagi pemegang keuangan digital.
"PSKS menyasar 15,5 juta pemegang Kartu Perlindungan Sosial (KPS), 340 ribu Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan 500 ribu buffer, jadi total 16,3 juta," katanya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 15.347.344 disalurkan melalui PT Pos. Sedangkan, 1.023.553 melalui Bank Mandiri. Pemerintah menyiapkan Rp 9,8 triliun untuk PSKS tersebut. "Penyaluran melalui PT Pos di 523 kabupaten/kota secara bertahap dan tahap pertama dimulai pada 1 April 2015," ujar Menteri Khofifah.
Kemensos berkoordinasi dengan Mendagri, agar hari ini para gubernur bisa menyaksikan pencairan PSKS di seluruh ibukota provinsi. PSKS optimis bisa membantu warga miskin mampu mempertahan daya beli. "Insya Allah bisa membantu warga miskin untuk mempertahankan daya beli mereka," ujarnya.
Bagi warga miskin yang belum mendapatkan bantuan, pemerintah menyiapkan buffer 500 ribu. Setelah PSKS, program bisa dilanjutkan dengan Kartu Indoensia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).
"Bagi warga belum mendapatkan bantuan, agar didata dan didaftarkan oleh lurah secara berjenjang ke camat, bupati, gubernur dan disampaikan kepada Kementerian Sosial untuk diproses," tandas Menteri Khofifah.
[rus]