Permintaan itu disuarakan oleh sekitar seribu massa yang terdiri dari para dokter, perawat dan mahasiswa se-Malang Raya dalam aksi damai di Malang Jawa Timur (Senin kemarin, 30/3).
Mereka menuntut Presiden Jokowi agar segera memperbaiki jalannya pemerintahan, yang semakin tidak jelas arahnya. "Jokowi bangunlah, rakyat sudah semakin tersiksa dengan kebijakanmu. BBM kau naikkan, subsidi kau cabut dan harga-harga terus melejit. Rakyat semakin menderita, bangunlah... Jokowi," ujar seorang orator.
Menurut mereka, janji Jokowi akan prorakyat hanyalah pencitraan untuk mendapat dukungan. Terbukti semua kebijakan pemerintah sekarang selalu diserahkan ke pasar.
"Ada pengelolaan yang salah dengan negeri ini, rakyat miskin semakin bertambah. Tegakkan hukum, berikan keadilan, perkuat malaikat penjaga keuangan negara yakni KPK, maka kami akan mendukungmu bagai manusia setengah dewa," katanya.
Sementara itu Ketua Aksi, dr Atma Gunawan mengungkapkan bahwa sebagai dokter, perawat dan mahasiswa, pihaknya tidak akan tinggal diam melihat kondisi negara yang semakin memprihatinkan saat ini.
Menurutnya, KPK yang bekerja menyelamatkan keuangan negara justru dikerdilkan oleh pemerintahan Jokowi. "KPK telah menyelamatkan Rp 152 triliun, kalau dibagikan kepada paramedis seluruh Indonesia, masing-masing akan mendapatkan Rp 1,9 miliar," imbuhnya.
Terakhir, mereka meminta Presiden Jokowi menurunkan harga bahan pokok dan melakukan reformasi di bidang penegakkan hukum. "Perkuat peran KPK, turunkan harga bahan pokok, reformasi penegak hukum dan kesejahteraan aparatur negara," tukas Atma Gunawan.
[rus]
BERITA TERKAIT: