Hal itu sebagaimana disampaikan Ketua Kompartemen Organisasi dan Hukum BPD HIPMI Jaya, Reza Irsyad Aminy dalam siaran pers yang diterima redaksi sesaat lalu (Sabtu, 21/3).
Kata Reza, Rama dinilai telah mengorbankan idealisme dan integritas HIPMI Jaya, yang selama 41 tahun selalu menjaga integritas dengan mendukung kader dari BPD HIPMI sendiri berlaga di pusat.
Dilanjutkan Reza bahwa dalam Munas XV HIPMI yang digelar di Jawa Barat, ada dua kader terbaik HIPMI Jaya yang maju memperebutkan kursi Ketua Umum BPP HIPMI, yaitu Andhika Anidyaguna (Ketua Umum BPD HIPMI Jaya 2011-2014) dan juga Bayu Priawan Djokosoetono (Bendahara Umum BPP HIPMI 2011-2014). Sayangnya Rama Datau dkk, sebagai perwakilan dari BPD HIPMI Jaya, mengalihkan dukungan kepada Bahlil Lahadalia hanya karena dijanjikan benefit dan bantuan program.
"Dan ini tidak dibantah oleh Rama Datau, dalam BPL tadi dia mengakui kesalahan tersebut. Namun, Rama tidak mampu mempertanggungjawabkan sikap politiknya," tandasnya.
Senada dengan Reza, Ketua Kompartemen Bidang Hubungan Internasional BPD HIPMI Jaya, Bimo Prasetio menyampaikan bahwa sikap politik yang diambil Rama telah mencederai hasil rekomendasi Musyawarah Daerah (Musda) XV BPD HIPMI Jaya.
"Sudah jelas dalam Musda XV BPD HIPMI Jaya, telah mengamanahkan bahwa suara HIPMI Jaya hanya untuk kader BPD HIPMI Jaya. Seharusnya ketua umum itu sebagai pengemban amanah Musda, bukan malah mencederainya," ungkap Bimo.
Oleh karena itu, ditegaskan Bimo, jajaran pengurus dan anggota HIPMI Jaya akan memberikan Mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Rama Datau. Bahkan ada desakan untuk dilaksanakannya Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub).
"Desakan untuk dilaksanakannya Musdalub ini nampaknya semakin menguat. Hanya dalam hitungan jam saja, gerakan ini sedikitnya telah mengumpulkan ratusan tanda tangan petisi mosi tidak percaya terhadap Rama. Dan jumlah ini diyakini akan meningkat," tandas Bimo.
[ian]
BERITA TERKAIT: