PKS: Jokowi-JK Harus Sadar Kondisi Ekonomi dalam Keadaan Bahaya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 13 Maret 2015, 07:57 WIB
rmol news logo . Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla tak boleh menganggap remeh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Bahkan bila dibiarkan, ini bisa menimbulkan krisis ekonomi.

"Terjadinya krisis ekonomi bisa diawali terjadinya krisis finansial," kata anggota Komisi VII dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Iskan Qolba Lubis, beberapa saat lalu (Jumat, 13/3).

Menurut Iskan, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga di atas Rp 13.000 per dolar ini juga bisa memicu aksi spekulasi di tengah masyarakat Berdasarkan pengalaman, jika terjadi depresiasi  rupiah, masyarakat cenderung memborong dolar AS.

"Kondisi itu akan memperparah melemahnya Rupiah," katanya

Menurutnya, dengan berlarut-larutnya pelemahan rupiah, menunjukkan bahwa pemerintah dan Bank Indonesia (BI) lambat bertindak. Antisipasi seharusnya sudah dilakukan jauh-jauh hari agar tak terjadi kondisi lebih berbahaya.

"Pemerintah harus sadar bahwa kondisi seperti ini membahayakan, posisi rupiah kini terendah sejak 15 tahun lalu," demikian Iskan. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA