"Terjadinya krisis ekonomi bisa diawali terjadinya krisis finansial," kata anggota Komisi VII dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Iskan Qolba Lubis, beberapa saat lalu (Jumat, 13/3).
Menurut Iskan, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga di atas Rp 13.000 per dolar ini juga bisa memicu aksi spekulasi di tengah masyarakat Berdasarkan pengalaman, jika terjadi depresiasi rupiah, masyarakat cenderung memborong dolar AS.
"Kondisi itu akan memperparah melemahnya Rupiah," katanya
Menurutnya, dengan berlarut-larutnya pelemahan rupiah, menunjukkan bahwa pemerintah dan Bank Indonesia (BI) lambat bertindak. Antisipasi seharusnya sudah dilakukan jauh-jauh hari agar tak terjadi kondisi lebih berbahaya.
"Pemerintah harus sadar bahwa kondisi seperti ini membahayakan, posisi rupiah kini terendah sejak 15 tahun lalu," demikian Iskan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: