"Saya kira rapat itu
brainstorming, tidak ada secara resmi siapa yang memimpin," ujar Sylviana di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (9/3).
Menurut Sylviana, posisinya sebagai pimpinan rapat saat itu sama dengan posisi Veronica Tan dan Harry Basuki.
"Kalau saya ada duluan, ya saya pimpin. Tidak ada penunjukan resmi. Jadi ya, duduk, terus langsung bahas. Biasa saja. Kita
concern (peduli) banget sama Kota Tua, ya kita bahas bersama-sama," demikian Silviana.
Pernyataan Sylviana ini berbeda dengan pernyataan sebelumnya yang disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Purba Hutapea yang mengatakan bahwa dua anggota keluarga Ahok itu hanya sebagai pemerhati masalah Kota Tua saja.
Kata Purba hari Sabtu lalu (7/3), yang seharusnya menjadi pimpinan rapat saat itu adalah Sylviana. Adapun posisi duduk Veronica Tan dan Harry Basuki hanya kebetulan saja.
[sam]