Pasalnya, dari pernyataan yang sudah-sudah, pemerintah masih juga membuka ruang bagi Total E&P Indonesie, perusahaan asal Perancis, untuk tetap bertahan dengan mengedepankan alasan fairness.
"Total dan Inpex masih akan terus mencari cara untuk mendapatkan hak partisipasi Blok Mahakam," kata Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (Iress) Marwan Batubara, mengingatkan, pagi ini (Senin, 9/3).
Marwan pun mengingatkan, bila memang kontrak dengan Total dan Inpex sudah habis, maka hal itu tak perlu lagi diperpanjang. Lebih-lebih Total dan Inpex sudah mengelola blok Mahakam lebih dari 50 tahun.
"Kasih kesempatan Pertamina
dong, toh mereka sudah siap untuk mengelola 100 persen Blok Mahakam," kata Marwan, melalui akun twitter-nya @MarwanBatubara.
Disebutkan, cadangan minyak dan gas bumi di Blok Mahakam masing-masing masih dapat berproduksi sampai 2023 dan 2027. Angka ini masih bisa ditingkatkan lagi bila eksplorasi baru. Selain itu,
rate of return (RoR) Blok Mahakam masih tinggi, mencapai 28,6 persen. Dengan RoR setinggi ini, mudah bagi Pertamina mencari pembiayaan untuk biaya modal dan modal kerja.
[ysa]
BERITA TERKAIT: