Presiden Minta Masa Panen Tidak Dilakukan Serentak

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Minggu, 08 Maret 2015, 07:16 WIB
Presiden Minta Masa Panen Tidak Dilakukan Serentak
joko widodo/net
rmol news logo Presiden Jokowi mencanangkan siklus masa panen pangan di tanah air tertata dengan baik. Sehingga ketika panen tiba, tidak semua daerah di Indonesia panen (panen bersama), demikian juga saat tidak ada stok pangan, tidak semua daerah mengalami kelangkaan.

"Jadi siklus antar pulau, antar provinsi, antar daerah harus diatur. Jangan sampai panen bersama-sama, harganya jatuh bersama-sama. Pada saat barang tidak ada, harganya naik bersama-sama," kata Presiden saat meninjaua lahan tanaman jagung di areal Perhutani Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah (Sabtu, 7/3).

Untuk itu, Presiden meminta Menteri Pertanian Amran Sulaiman agar mengatur siklus pertanian tersebut.

"Jangan sampai keadaannya seperti itu, panennya bareng semua dari Sabang sampai Merauke. Kemudian apa? Harganya jatuh. Begitu tidak panen, harganya langsung melambung naik. Ini yang perlu diatur," pintanya.

Dilansir dari laman Setkab, kunjungan ke Blora Jateng ini merupakan rangkaian kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Jatim dan Jateng. Pada Jumat (6/3), Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana telah berkunjung ke Ponorogo dan Madiun, Jawa Timur. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA