"Pesawat sejenis sangat diperlukan untuk mengisi jalur-jalur penerbangan antar pulau dan untuk menjangkau wilayah wilayah terpencil," kata Indroyono saat menerima kunjungan Direktur Utama PT. Regio Aviasi Industri (RAI), Agung Nugroho, di Jakarta (Rabu, 4/3).
Indroyono berharap pembangunan dan pengembangan pesawat R-80 dapat mengoptimasikan kekuatan industri dirgantara di dalam negeri dengan mensinergikan program program di PT Dirgantara Indonesia, LAPAN, BPPT, LEN dan ITB.
Sementara itu, Agung mengatakan pengembangan pesawat oleh RAI ini dalam rangka memperkuat konektivitas antar pulau, sekaligus meningkatkan sistem logistik nasional menuju Indonesia Poros Maritim Dunia . Saat ini, Pesawat R-80 telah menyelesaikan tahapan studi kelayakan dan desain pesawat, dan akan segera memasuki tahapan pengembangan pesawat skala penuh dan produksi.
"Pesawat Turbo Prop R-80 diharapkan sudah bisa mengangkasa pada 10 Agustus 2019 bersamaan dengan Peringatan hari Kebangkitan Teknologi Nasional, mengulang sejarah penerbangan perdana pesawat N-250 buatan Indonesia pada tahun 1995 lalu," ungkap Agung.
Agung menambahkan bahwa sampai saat ini tiga maskapai penerbangan nasional, yaitu NAM Air, Kalstar dan Trigana sudah menyatakan minat untuk membeli total 145 pesawat jenis R-80 ini.
[ysa]
BERITA TERKAIT: