Di media sosial Twitter, ratusan pemilik account antusias mengicauÂkan seputar rencana anggota DPRD DKI menggunakan hak angket untuk menyikapi polemik penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) dengan Ahok. Umumnya, pemilik account lebih berpihak kepada Ahok dalam menyikapi kisruh pembahasan angÂgaran daerah ini.
Dukungan Ahok di Twitter, tak hanya dilontarkan Tweeps dari kaÂlangan umum, tetapi juga politisi, pengamat, hingga artis. Bahkan, ada beberapa di antara mereka yang seÂcara kreatif mengekspresikan sikap di jejaring dengan membuat gambar (meme) yang lucu-lucu.
Pengamat politik Fadroel RaÂchman via account @fadjroeL, misalnya, berkicau mendukung Ahok menghadapi ancaman pengÂgunaan hak angket oleh DPRD DKI. "#saveahok#kitajagainahok#belain-ahok," cuitnya.
Pelawak kenamaan Denny Cagur melalui account @DennyCagur memberi dukungan penuh kepada bekas politisi Partai Golkar yang sempat menyeberang ke Gerindra, dan kini nyantol ke PDIP itu. "Lebih baik pejabat yang ceplas-ceplos tapi kerja, daripada yang sopan santun tapi korup#SaveAhok," tweetnya.
Account @ayu menyemangati bekas bupati Belitung Timur unÂtuk tidak gentar menghadapi hak angket para legislator di Kebon Sirih. "
Sir, You’ll Never Walk Alone¬#SaveAhok," kicaunya.
Account @deliajogja menilai, sikap Ahok melawan keputusan penggunaan hak angket oleh DPRD DKI tepat. Menurutnya, Ahok pihak yang seharusnya dibela. "Ayo warga Jakarta jangan diam saja, kita harus bela Ahok," katanya.
Account @davidivab berpendaÂpat, manuver anggota DPRD DKI mengajukan hak angket terkait pembahasan RAPBD berlebihan. "Heran sama bangsa ini, Ahok orang benar disalahkan, semua yang baik dilemahkan," kicaunya.
Account @dhanarch bilang, kesÂalahan besar apabila anggota DPRD DKI hendak berniat menjatuhkan Ahok melakukan penggunaan hak angket. "Malu dong sama kelakuan," sindirnya.
Account @Yosefha yang mengaku bukan warga Jakarta, yakin yang diputuskan Ahok dalam RAPBD DKI Jakarta tidak salah. "Aku mau ikutan bela Ahok, tapi bukan warga Jakarta. Jadi aku doain aja deh," katanya.
Account @rexel mengaku lebih mempercayai pihak pemerintah DKI ketimbang DPRD dalam pembaÂhasan RAPBD. "Sorry ye gue lebih percaya sama Ahok," kicaunya.
Account @Frrizq_Dharmbud mengatakan, walaupun beda keyaÂkinan, namun dirinya tetap percaya dengan komitmen dan integritas Ahok membangun Jakarta. "Gue mau Jakarta yang benar dan bersih dari para koruptor. Gue dukung walau beda agama," tegasnya.
Account @dharmawan meÂnyayangkan, sikap politik anggota DPRD DKI yang langsung mengaÂjukan hak angket menyikapi kisruh pembahasan RAPBD. "Kalau mau memperjelas kan harusnya interpeÂlasi dulu, nggak perlu langsung ke angket," katanya.
Account @inksteve menganggap, sikap DPRD DKI mengajukan hak angket sebagai tindakan sewenang-wenang. "Jangan takut sama keseÂwenang-wenangan. Ingat pepatah; Singa itu selalu sendiri, tapi domba selalu bergerombol, hahahahaha," dukungnya.
Sementara, account @rochwan justru mendukung keputusaun DPRD DKI mengajukan hak angÂket kepada pemprov DKI. "MaÂkanya jadi gubernur jangan suka maki orang. Cocoknya jadi preman pasar," katanya.
Account @riansyah mendorong anggota DPRD DKI menggunakan hak angket. Bahkan, dia meminta hak angket DPRD tidak hanya untuk masalah RAPBD. "Sekalian bukan kebijakan angket soal kenaikan gaji PNS DKI. Gila-gilaan itu Ahok pakai uang negara,"cuitnya.
Account @agusto meminta publik tidak menyalahkan pihak DPRD. Menurutnya, penggunaan hak angÂket, hal yang wajar. Saran dia, publik mencurigai DPRD ingin melengÂserkan Ahok dari jabatan Gubernur. "Aneh cara berpikir kita kalau meÂnyalahkan DPRD," katanya.
Account @ron_jeremy mencurigai, Ahok telah melakukan kesalahan besar dalam penyusunan RAPBD. "Ini harus diusut tuntas karena fungsi anggaran ada di Pemda, DPRD hanya mensupervisi dan menyetujui, kalau ada dana siluman, tentu masuknya tetap lewat Pemda," tudingnya.
Account @jcwn berkelakar, meÂminta publik memahami keputusan DPRD DKImengajukan hak angket kepada pihak pemerintah. "Kiranya rakyat Jakarta memaklumi langkah anggota dewan ini, karena tagihan utang pada saat kampanye sudah jatoh tempo. Jadi satu -satunya jalan adalah menggoyang Ahok, hehe," kelakarnya.
Seperti diketahui, persoalan hak angket bermula ketika Ahok secara frontal menolak usulan APBD 2015 yang diajukan DPRD DKI. MenuÂrut Ahok, ada anggaran "siluman" senilai Rp 12,1 triliun dalam draft yang diajukan.
DPRD DKIkemudian mengangÂgap tindakan Ahok melanggar konstitusi karena pria asal Gantong tersebut mengirim draft APBD 2015 ke Kemendagri. Ini dianggap tak ada dalam kesepakatan eksekutif dan legislatif.
Kemarin, 26 Februari 2015, hamÂpir semua anggota DPRD DKI sepakat mengajukan hak angket atas tindakan Ahok yang dianggap "arogan". Hanya fraksi PKByang tak setuju dengan keputusan mayÂoritas politisi Kebon Sirih. Pasalnya, PKBlebih memilih menggunakan hak interpelasi.
Selain melalui Twitter, dukungan untuk Ahok juga datang melalui jejaring sosial Facebook dan situs Change.org. Petisi "Rakyat Jakarta mencabut Mandat DPRD dan Bubarkan DPRD" di Change. org diusulkan oleh Yanto Huang. Dia memasang foto Basuki yang bertuliskan: "Anda Tidak Sendiri, Save Ahok".
Dalam petisinya, Huang mengajak warga Jakarta untuk mencabut manÂdat terhadap wakil-wakil di DPRD DKI. Sampai pukul 11 tadi, petisi tersebut telah didukung 10 ribuan netizen. ***
BERITA TERKAIT: