Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

Ingat, Singa Itu Biasa Sendiri Kalau Domba Suka Keroyokan

#SaveAhok Jadi Trending Topic

Minggu, 01 Maret 2015, 09:02 WIB
Ingat, Singa Itu Biasa Sendiri Kalau Domba Suka Keroyokan
Basuki Tjahaya Purnama
rmol news logo Publik media sosial ramai mengomentari sikap berani Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok dalam menghadapi ancaman hak angket DPRD DKI. Tagar #SaveAhok menjadi trending topic di Twitter.

Di media sosial Twitter, ratusan pemilik account antusias mengicau­kan seputar rencana anggota DPRD DKI menggunakan hak angket untuk menyikapi polemik penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) dengan Ahok. Umumnya, pemilik account lebih berpihak kepada Ahok dalam menyikapi kisruh pembahasan ang­garan daerah ini.

Dukungan Ahok di Twitter, tak hanya dilontarkan Tweeps dari ka­langan umum, tetapi juga politisi, pengamat, hingga artis. Bahkan, ada beberapa di antara mereka yang se­cara kreatif mengekspresikan sikap di jejaring dengan membuat gambar (meme) yang lucu-lucu.

Pengamat politik Fadroel Ra­chman via account @fadjroeL, misalnya, berkicau mendukung Ahok menghadapi ancaman peng­gunaan hak angket oleh DPRD DKI. "#saveahok#kitajagainahok#belain-ahok," cuitnya.

Pelawak kenamaan Denny Cagur melalui account @DennyCagur memberi dukungan penuh kepada bekas politisi Partai Golkar yang sempat menyeberang ke Gerindra, dan kini nyantol ke PDIP itu. "Lebih baik pejabat yang ceplas-ceplos tapi kerja, daripada yang sopan santun tapi korup#SaveAhok," tweetnya.

Account @ayu menyemangati bekas bupati Belitung Timur un­tuk tidak gentar menghadapi hak angket para legislator di Kebon Sirih. "Sir, You’ll Never Walk Alone¬#SaveAhok," kicaunya.

Account @deliajogja menilai, sikap Ahok melawan keputusan penggunaan hak angket oleh DPRD DKI tepat. Menurutnya, Ahok pihak yang seharusnya dibela. "Ayo warga Jakarta jangan diam saja, kita harus bela Ahok," katanya.

Account @davidivab berpenda­pat, manuver anggota DPRD DKI mengajukan hak angket terkait pembahasan RAPBD berlebihan. "Heran sama bangsa ini, Ahok orang benar disalahkan, semua yang baik dilemahkan," kicaunya.

Account @dhanarch bilang, kes­alahan besar apabila anggota DPRD DKI hendak berniat menjatuhkan Ahok melakukan penggunaan hak angket. "Malu dong sama kelakuan," sindirnya.

Account @Yosefha yang mengaku bukan warga Jakarta, yakin yang diputuskan Ahok dalam RAPBD DKI Jakarta tidak salah. "Aku mau ikutan bela Ahok, tapi bukan warga Jakarta. Jadi aku doain aja deh," katanya.

Account @rexel mengaku lebih mempercayai pihak pemerintah DKI ketimbang DPRD dalam pemba­hasan RAPBD. "Sorry ye gue lebih percaya sama Ahok," kicaunya.

Account @Frrizq_Dharmbud mengatakan, walaupun beda keya­kinan, namun dirinya tetap percaya dengan komitmen dan integritas Ahok membangun Jakarta. "Gue mau Jakarta yang benar dan bersih dari para koruptor. Gue dukung walau beda agama," tegasnya.

Account @dharmawan me­nyayangkan, sikap politik anggota DPRD DKI yang langsung menga­jukan hak angket menyikapi kisruh pembahasan RAPBD. "Kalau mau memperjelas kan harusnya interpe­lasi dulu, nggak perlu langsung ke angket," katanya.

Account @inksteve menganggap, sikap DPRD DKI mengajukan hak angket sebagai tindakan sewenang-wenang. "Jangan takut sama kese­wenang-wenangan. Ingat pepatah; Singa itu selalu sendiri, tapi domba selalu bergerombol, hahahahaha," dukungnya.

Sementara, account @rochwan justru mendukung keputusaun DPRD DKI mengajukan hak ang­ket kepada pemprov DKI. "Ma­kanya jadi gubernur jangan suka maki orang. Cocoknya jadi preman pasar," katanya.

Account @riansyah mendorong anggota DPRD DKI menggunakan hak angket. Bahkan, dia meminta hak angket DPRD tidak hanya untuk masalah RAPBD. "Sekalian bukan kebijakan angket soal kenaikan gaji PNS DKI. Gila-gilaan itu Ahok pakai uang negara,"cuitnya.

Account @agusto meminta publik tidak menyalahkan pihak DPRD. Menurutnya, penggunaan hak ang­ket, hal yang wajar. Saran dia, publik mencurigai DPRD ingin meleng­serkan Ahok dari jabatan Gubernur. "Aneh cara berpikir kita kalau me­nyalahkan DPRD," katanya.

Account @ron_jeremy mencurigai, Ahok telah melakukan kesalahan besar dalam penyusunan RAPBD. "Ini harus diusut tuntas karena fungsi anggaran ada di Pemda, DPRD hanya mensupervisi dan menyetujui, kalau ada dana siluman, tentu masuknya tetap lewat Pemda," tudingnya.

Account @jcwn berkelakar, me­minta publik memahami keputusan DPRD DKImengajukan hak angket kepada pihak pemerintah. "Kiranya rakyat Jakarta memaklumi langkah anggota dewan ini, karena tagihan utang pada saat kampanye sudah jatoh tempo. Jadi satu -satunya jalan adalah menggoyang Ahok, hehe," kelakarnya.

Seperti diketahui, persoalan hak angket bermula ketika Ahok secara frontal menolak usulan APBD 2015 yang diajukan DPRD DKI. Menu­rut Ahok, ada anggaran "siluman" senilai Rp 12,1 triliun dalam draft yang diajukan.

DPRD DKIkemudian mengang­gap tindakan Ahok melanggar konstitusi karena pria asal Gantong tersebut mengirim draft APBD 2015 ke Kemendagri. Ini dianggap tak ada dalam kesepakatan eksekutif dan legislatif.

Kemarin, 26 Februari 2015, ham­pir semua anggota DPRD DKI sepakat mengajukan hak angket atas tindakan Ahok yang dianggap "arogan". Hanya fraksi PKByang tak setuju dengan keputusan may­oritas politisi Kebon Sirih. Pasalnya, PKBlebih memilih menggunakan hak interpelasi.

Selain melalui Twitter, dukungan untuk Ahok juga datang melalui jejaring sosial Facebook dan situs Change.org. Petisi "Rakyat Jakarta mencabut Mandat DPRD dan Bubarkan DPRD" di Change. org diusulkan oleh Yanto Huang. Dia memasang foto Basuki yang bertuliskan: "Anda Tidak Sendiri, Save Ahok".

Dalam petisinya, Huang mengajak warga Jakarta untuk mencabut man­dat terhadap wakil-wakil di DPRD DKI. Sampai pukul 11 tadi, petisi tersebut telah didukung 10 ribuan netizen. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA