Sony (27) warga keturunan Tionghoa yang membeli ikan bandeng mengatakan, ikan bandeng dalam tradisi Tionghoa dijadikan Sam Seng atau tiga daging. Artinya ikan bandeng, ayam betina, serta daging babi yang dijadikan persembahan bagi dewa mereka.
Untuk ikan bandengnya tidak sembarangan. Yakni ikan bandeng yang besar karena sebagai lambang kesejahteraan dan kemakmuran.
â€Bandeng nya biasa dikasih ke mertua, kalau kita tidak ngasih maka kita tidak dianggap,†beber Sony saat berbincang dengan
RMOLJakarta di Rawabelong, Jakarta Barat, Selasa (17/2).
Sementara itu, Joni (31) warga Tionghoa lainya mengatakan, budaya ikan bandeng sudah ada sejak lama. Tepatnya sejak jaman Belanda. Untuk orang Betawi sendiri meniru budaya tersebut karena memang masyarakat tinggal berdampingan.
Buktinya warga Betawi yang tidak tinggal bersama dengan masyarakat Tionghoa mereka tidak memiliki tradisi ikan bandeng. â€Karena kita berdampingan, makanya warga betawi mengikuti,†katanya.
[sim/jkt/arp]