Pasalnya, para korban banjir ini merasa tidak diperhatikan oleh pihak Pemprov DKI saat mengungsi di posko banjir kemarin.
"Emang gubernur lagi miskin ya? Kok bantuannya tidak seperti tahun lalu," tanya Edi, warga RT 02 RW 04 saat ditemui
RMOLJakarta ketika sedang membersihkan rumahnya, seusai diterpa banjir, Kamis (12/2).
Pertanyaan tersebut dilontarkan Edi, karena kecewa dengan pelayanan posko banjir Pemkot Jakarta Timur, di Universitas Borubudur, yang sempat dijadikannya sebagai tempat penampungan beberapa hari lalu. Layanan dan fasilitas yang diberikan petugas, katanya tidak sama dengan tahun lalu.
Menurut Edi, tahun lalu bantuannya lengkap. Yakni mulai dari kebutuhan makan, kesehatan, dan alat kebersihan pasca banjir. Semuanya telah tersedia tanpa harus diminta.
"Sekarang makannya saja terbatas. Dulu bantuannya melimpah, sekarang terbatas," ungkap Edi menyesalkan.
Hal senada juga disampaikan Tata, warga RT 04 RW 04. Menurutnya, dulu ada mahasiswa yang aktif terlibat dalam mensuplai bantuan.
"Apa dulu karena ada mahasiswa, jadi bantuannya tidak ditahan-tahan," tutur Tata menduga-duga.
[Zulfahmi Jamba/sim/jkt/man]