Kejadian berlangsung di kampung majelis Adz-Zikra yang berada di sekitar masjid Adz-Zikra Sentul Bogor Jawa Barat pukul 11.00 WIB (Rabu malam, 11/2). Demikian diinfokan ustadz Arifin Ilham lewat aku facebook-nya satu jam yang lalu.
Kelompok tersebut, jelas pendiri majelis taklim Adz-Dzikra ini, melakukan penganiayaan dan penculikan terhadap penegak syariah Adz-Zikra, Faisal.
"Gerombolan sekitar 30 orang itu marah karena majelis Adz-Zikra menolak paham Syiah, dan minta sepanduk penolakan atas paham sesat Syiah diturunkan. Paham Syiah adalah ajaran yang difatwakan Majlis Ulama Indonesia sesat," ujar ustadz Arifin Ilham menerangkan.
Pihaknya meminta aparat menahan gerombolan itu atas delik menyerbuan, penganiyaan dan penculikan. "Kami minta proses hukum tegas atas gerombolan itu, dan sekarang gerombolan itu dibawa ke Polres Bogor. Sungguh ironi, terlalu nekat masuk ke kampung orang dg gaya preman," imbuhnya.
Insya Allah, lanjut sang ustadz, pihaknya akan taat hukum, mereka tidak akan balas tindakan yang sama seperti gerombolan itu. "Kami umat Rasullah yang sangat mencintai Rasulullah, keluarga Rasulullah dan para sahabar Rasulullah. Kami tidak akan anarkis, kami taat hukum, kami hanya minta pimpinan dan gerombolan itu ditindak tegas secara hukum," pintanya.
"Ingat, kalau tidak ada tindakan hukum yang kami percayakan kepada aparat hukum. Kami nyatakan jihad perang terhadap gerombolan itu. Hidup mulia atau mati syahid demi kesucian agama Allah," tambah ustadz Arifin Ilham menekankan.
Pendakwah umur 45 tahun ini berharap, semoga peristiwa ini membuka hati para sahabat tercinta, para ulama ahli sunnah wal jamaah dan semua ikhwah fillah para mujahid da'wah agar berhati-hati, waspada dan bersatu bersama.
"Perhatian untuk semua komandan sabilana dan asatidz mujahid Adz-Zikra untuk bertemu sesuai arahan. Allahumma ya Allah selamatkan, lindungi, muliakan kaum muslimin muslimat, satukan hatikan dalam Islam. Aamiin," tutup ustadz Arifin Ilham.
[rus]