Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Tantowi Yahya mengatakan, kalau sedari awal dijelaskan bahwa ini murni kerja sama
business to business, masyarakat juga tidak akan ambil pusing.
"Masa bodo lah," ujar Tantowi kepada wartawan, Minggu (8/2).
Jelas dia, masih harus dibuktikan apakah rakyat Indonesia tidak lagi
emoh dengan produk-produk Malaysia. "Liat saja pom bensin Petronas yang tutup satu per satu," cetusnya.
Menurut Tantowi, itu menjadi indikasi sentimen rakyat Indonesia atas pelecehan-pelecehan yang dilakukan negara itu. Semua jadi berkomentar ketika sekonyong-sekonyong Proton akan dijadikan mabil nasional.
Ketua DPP Golkar ini mengungkapkan, paling tidak ada dua alasan mengapa rakyat jadi gemes. Pertama, apa alasannya kerja dengan Proton yang nota bene penjelmaan dari Mitsubishi dan sudah sekarat di Malaysia dijadikan mitra untuk pembangunan mobil nasional.
"Kenapa nggak sekalian kerja sama dengan Mitsubishi-nya saja? Bagaimana pula nasib Esemka yang telah berhasil mendongkrak Pak Jokowi jadi tokoh nasional?" tanya Tantowi.
Kedua, penandatanganan itu terjadi di saat TKI kita di Malaysia sedang dilecehkan lewat iklan robot pembersih, 'Fire Your Indonesian Maid in Malaysia'.
"Ini kan seperti air tuba dibalas dengan air susu. Jadi, tugas pemerintah sekarang agar tidak jadi berlarut-larut, jelaskan dengan sejelas-jelasnya ke rakyat, ini bukan proyek Mobnas. Jadi tidak akan ada Penyertaan Modal Negara yang artinya APBN. Jelaskan bahwa ini murni kerjasama swasta. Mudah-mudahan rakyat meminati produk Malaysia ini nantinya," demikian Tantowi.
[rus]
BERITA TERKAIT: