Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di sela-sela mendampingi Presiden Jokowi berkunjung ke Brunei Darussalam mengatakan, setibanya di Istana Nurul Iman, kediaman Sultan Hasanah Bolkiah, Presiden Jokowi telah memimpin pembicaraan bilateral kedua negara.
Adapun hasilnya, kedua pemimpin sepakat meningkatkan kerjaama ketenegarakerjaan dan juga people to people contact. Sebagaimana diketahui ada satu kekhasan Warga Negara Indonesia (WNI) di Brunei, dimana jumlahnya mencapai kurang lebih 1/6 dari total penduduk Brunei, dan sebagain besar adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI), termasuk kaum profesional.
"Oleh karena itu kita merasa perlu untuk meningkatkan kerja sama di bidang ketenagakerjaan, dan pada pertemuan tadi, Sultan Brunei juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih pada Presiden Indonesia, bahwa TKI telah memberikan kontribusi cukup besar pada perekoomian Brunei Darussalam," ujar Menteri Retno seperti dilansir dari laman
setkab.go.id.
Dalam pembicaraan bilateral kedua pemimpi juga sepakat untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan ivestasi, dan dengan ditandatanganinya kerjasama antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) kedua negara diharapkan perdagangan bilateral semakin meningkat.
"Presiden juga mengundang para investor Brunei bekerjasama dengan Indonesia untuk pembagunan tol, power plant, railway, dan lain-lain, " ungkap Menteri Retno.
Selain itu, kedua negara juga sepakat meningkatkan kerjasama di bidang pertahanan. Dalam kaitan ini, Presiden Jokowi menawarkan produk-produk industri strategis Indonesia ke Brunei karena sudah pernah ada penjualan hasil industri strategis Indonesia.
Kedua pemimpin juga melakuka diskusi mengenai isu ASEAN, Presiden Jokowi meminta dukungan Brunei Darussalam agar ASEAN memiliki satu instrumen hukum untuk perlindungan buruh migran.
Menteri Retno juga menambahkan, bahwa Presiden Jokowi juga secara langsung menyampaikan undangan kepada Sultan Hasanah Bolkiah untuk menghadiri KTT Asia Afrika dan Peringatan 60 Tahun Konperensi Asia Afrika yang akan diselenggarakan di Jakarta dan Bandung, akhir tahu 2015 ini.
Mengutip pernyataan Presiden Jokowi, Menteri Retno mengatakan, bahwa hubungan Indonesia dengan Brunei Darussalam merupakan hubungan yang paling stabil, tidak ada isu krusial yang harus diselesaikan. "Tugas kedua negara adalah meningkatkan hubungan," pungkasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: